Flascokids – Kakak adik bertengkar bukanlah hal baru dalam dunia parenting. Jika anda punya lebih dari satu buah hati, besar kemungkinan anda juga harus siap menjadi penengah dari rivalitas dan pertengkaran si kecil.

Peristiwa yang parents lihat dari pertengkaran si kecil mungkin relate dengan aksi karakter kesukaan anda seperti di film The Lion Kings misalnya, tapi dalam dunia nyata, rivalitas tidak seindah yang kita kira.

Tak perlu berkecil hati. Dengan sedikit insight, rumah yang damai dan tentram bukan hal mustahil untuk dicapai. Saat ikatan persaudaraan si kecil terbangun, dan anak juga diajarkan untuk mengatasi konflik saudara dengan cara yang positif, pertengkaran pasti bisa diminimalisasi.

Beda Pendapat

Kakak dan Adik yang bertengkar, bisa jadi karena perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat antar saudara merupakan hal yang sangat lumrah. Beda pendapat juga bagian yang tidak terpisahkan dari persaudaraan.

Kakak Adik Bertengkar - Anak Cemberut

Ketika perbedaan pendapat semakin tak terkontrol dan situasi semakin runyam, anakpun melibatkan pukulan dan cercaan hingga pertengkaran bisa saja terjadi. Wajar, anak masih dalam fase belajar mengontrol emosi, jadi hal seperti ini bukanlah hal yang aneh.

Dari perspektif si kecil, Anak akan bertengkar saat melihat situasi yang mereka hadapi tidak adil. Selain itu, anak akan menjadi agresif ketika merasa orang lain tidak melihat perspektif mereka atau sesuatu tidak sejalan dengan apa yang mereka pikirkan.

Contohnya, seorang kakak mungkin melihat suatu prank atau candaan pada si adik sebagai hal yang lucu, tapi sang adik mungkin mempunyai impresi lain alias tidak suka akan hal itu. Contoh lain, bisa sesepele siapa yang harus mengepel lantai di pagi hari atau program TV mana yang akan mereka tonton.

Adik Dan Kakak Bertengkar Karena Lingkungan

Anak belajar ragam hal baru dengan mengamati perilaku orang di sekitarnya. Jika si kecil melihat anda mengatasi suatu pertentangan dengan cara yang baik, besar kemungkinan ia juga akan berperilaku sesuai dengan apa yang ia lihat.

Lalu, bagaimana cara anda menunjukkan model yang baik dalam mengatasi pertentangan?

  • Stay calm alias Tenang
  • Sebelum bereaksi, check dulu kebenaran di balik hal yang menimbulkan pertentangan
  • Bereaksilah dengan cara yang baik, sesuai dengan situasi yang ada
  • Ketika lawan bicara bercerita, dengarkan dengan baik perspektif mereka
  • Tetap tenang ketika meski anda mulai naik pitam

Sayangnya, anak juga bisa belajar mengatasi pertentangan dengan cara yang salah. Contohnya ketika anda sebagai orang tua mengajarkan disiplin dengan omelan atau kontak fisik, anak cenderung akan melakukan hal yang sama pada adik, teman, atau bahkan anda sendiri sebagai orang tua.

Anak juga besar kemungkinan memilih untuk berkelahi ketika:

  • Anak terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mendorong orang atau bertengkar secara langsung.
  • Terlalu sering menyaksikan orang berperilaku agresif pada sesama, terutama orang tua, kakak dan teman.
  • Anak melihat banyak sekali kekerasan dalam bentuk program televisi, video game, terutama anak yang tempramennya kurang bisa dikontrol dengan baik.

Yang perlu diperhatikan, anak belajar di umur yang sangat belia. Anak juga tidak terlahir, mengetahui cara mengatasi yang namanya pertentangan. Semuanya harus diajarkan sejak dini.

Hal ini bisa dilakukan dengan aturan yang adil dari kedua orang tua, rutinitas yang baik, atau bahkan hal yang dipandang sebelah mata, seperti memuji perilaku anak yang mencerminkan kebaikan.

Tempramen

Setiap orang, lahir dengan tempramennya masing-masing. Ada yang mudah bersosialisasi sejak kecil, malu, atau mungkin flexibel di saat yang sama. Melihat tempramen si kecil bisa menjadi kunci meminimalisir pertengkaran di rumah.

Anak sedang Naik Pitam

Tergantung pada tempramen anak, si kecil memiliki kecenderungan yang bervariasi, mereka bisa saja mengindari konflik, sungkan bernegosiasi, atau mungkin berdebat.

Tempramen juga menjadi alasan kenapa beberapa orang bisa dengan mudah naik pitam, saat yang lain lebih menjadi sosok yang berkepala dingin. Orang dewasa saja tak jarang mengatasi suatu masalah dengan melibatkan kebiasaan buruk, bayangkan bagaimana susahnya hal tersebut saat terjadi pada si kecil.

Kakak dan Adik Bertengkar, Mungkin Membutuhkan Perhatian Orang Tua

Sama besarnya dengan kebutuhan makan dan minum, anak juga membutuhkan perhatian dari orang tua. Terkadang, anak bertengkar hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang tua. Sayang Atensi positif bukan selalu hal yang “dihalalkan” si kecil.

Orang tua tak jarang terlalu fokus menghentikan pertengkaran dan lupa untuk mengajarkan ikatan persaudaraan dan arti kasih sayang.

Hal lain yang patut orang tua perhatkan adalah membeda-bedakan. Sang kakak senantiasa membawa pulang nilai A sepulangnya bersekolah sedangkan sang adik hanya berkutik pada nilai B. Ketika orang tua secara verbal membanding-bandingkan keduanya, bersiaplah melihat kompetisi terlahir antar si kecil.

Perbedaan bukanlah hal yang buruk. Selalu perhatikan subyek mana yang menjadi kekuatan si kecil dan mana yang menjadi kelemahannya.

Itu dia 4 Penyebab Kenapa Kakak dan Adik Bertengkar. Apabila ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk bertanya di kolom komentar di bawah yaa. Jangan lupa untuk selalu update pengetahuan parentingmu hanya di Flascokids. Semoga bermanfaat!