Flascokids – Apakah si kecil bermain game dalam jangka waktu yang panjang? Apakah itu berarti anak kecanduan game? Bunda pasti khawatir melihat si kecil tidak aktif atau bahkan tidak beranjak sedikitpun dari sofa.

“Gaming Disorder” kini telah WHO klasifikasikan sebagai sebuah penyakit. Apabila bunda khawatir dengan aktivitas “gaming” si kecil, klasifikasi baru ini mungkin dapat membantu mengidentifikasi apakah si kecil memiliki masalah ataukah bunda membutuhkan tenaga profesional.

Apa Itu Candu?

Sebelum membahas candu game pada si kecil, kita cermati dahulu kata candu itu sendiri. Kecanduan atau adiksi pada awalnya merujuk pada ketergantungan seseorang terhadap obat-obatan. Yaa, konotasinya memang mengawal pada narkoba.

Kini, masyarakat menggunakan kata “candu” untuk mendeskripsikan segala macam perilaku yang sifatnya berlebihan, seperti makan terlalu banyak coklat misalnya. Meski peneliti banyak menghindari penggunaan kata ini untuk konteks tadi, seperti halnya judi, gaming juga bisa berubah menyerupai gejala kecanduan yang sebenarnya.

Beberapa anak yang bermain game “memenuhi” kriteria untuk ‘adiksi’. Video Game mendominasi kehidupan si kecil. Bermain game memberi efek euforia atau setidaknya rasa lega dari ketidaknyamanan.

Kapan Anak disebut Kecanduan Game?

Setiap hari, setiap malam, ada orang tua di belahan bumi sana yang khawatir anaknya kecanduan game. Tidak hanya kecanduan game saja, sosial media juga bisa menjadi salah satu kekhawatiran lain pada orang tua.

Ketika ditanya kenapa orang tua khawatir, alasan yang acap kali datang dari orang tua adalah karena si kecil “menghabiskan banyak waktu luangnya di depan layar gadget atau komputer”. Disini, kasusnya adalah orang dewasa berpikir bahwa perilaku anak tersebut salah karena mereka menganggap apa yang anak lakukan hanyalah “buang-buang waktu” saja.

Kids casually playing games like it was nothing

Oke, sebelum parents khawatir, saya tanya dulu apakah kebiasaan screen time si kecil ini mengganggu 3 hal di bawah ini atau tidak:

  1. Pekerjaan Rumah
  2. Fisik Anak
  3. Perkembangan Interaksi dengan Teman Sebaya Anak

Rata-rata, orang tua menanggapi pertanyaan di atas dengan mengucapkan ketiganya tidak terpengaruh. Kalau itu masalahnya, maka parents tak perlu khawatir dengan screen time anak.

Sebaliknya, orang tua harus ingat bahwa seperti itulah bagaimana anak menjalani keseharian mereka sekarang dan screen time yang besar tidak selalu mengandung konsekuensi yang negatif. Anak masuk dalam kategori kecanduan Game ketika:

  1. Ketika belajar di sekolah si kecil kesulitan memerhatikan guru,
  2. Prestasi atau nilai anak di sekolah menurun, dan
  3. Anak mulai mengalami gejala kesehatan lainnya.

Konten dari aktivitas bermain game anak harus memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada seberapa besar waktu yang anak gelontorkan di depan layar.

Cara Mengatasi Anak Yang Kecanduan Game

Parents bisa memulai dengan mencari video game apa yang anak mainkan. Parents juga mungkin akan mendapati beberapa material dalam sebuah video game yang mungkin, terlalu dini untuk anak konsumsi.

Nah, saat anak “keberatan” dengan konten dari sebuah video game, berdiskusilah dengan si kecil dan buat beberapa batasan. Adapaun hal yang bisa kita lakukan lebih jauh:

  • Bantulah mereka lebih jauh dengan memilihkan game yang layak untuk usia si kecil, dan tentunya masih bisa anak nikmati;
  • Ajaklah si kecil mengobrol dan ajari dia perbedaan antara khayalan dan kenyataan;
  • Doronglah anak untuk bermain game dalam format berkelompok daripada kegiatan individu;
  • Aturlah limit waktu dan beritahu anak bahwa mereka bisa bermain setelah tugas mereka selesai;
  • Jangan lupakan instruksi umum dalam bermain game, seperti tidak bermain dalam ruang yang gelap, layar tidak dalam setting brightness yang terlalu tinggi, serta anak tidak bermain game ketika sedang lelah;
  • Pastikan anak mempunyai aktivitas lain untuk dilakukan di waktu luangnya di samping bermain video game!
Kids taking thing to another level

Kesimpulannya, video game dapat mendidik dan membantu anak untuk berpikir dan belajar dengan lebih cepat. Selain itu, game juga bisa membangun self-esteem dan meningkatkan kecepatan waktu reaksi anak.

Meski begitu, ingatlah bahwa video game hanyalah satu dari sekian kegiatan yang bisa anak lakukan di samping aktivitas olahraga, klub sekolah, membaca, bahkan menonton televisi. Bangunlah habit yang seimbang antara bermain, belajar, dan beristirahat!

Itu dia Mengenal Anak Kecanduan Game dan Cara Mengatasinya. Jangan lupa tinggalin komentar dan share informasi ini yaa bun! Enjoy you day, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.