Flascokids – Gangguan belajar sebenarnya merupakan istilah yang mengcover berbagai jenis permasalahan dalam belajar. Anak yang susah belajar bukan berarti si kecil malas atau bodoh.

Faktanya, kebanyakan anak dengan gangguan belajar malah lebih pintar dari anak pada umumnya. Yang membedakan adalah bagaimana otak anak memproses sesuatu, yang dalam hal ini, cukup berbeda dengan anak-anak lainnya.

Sederhananya, anak ataupun orang dewasa dengan gangguan belajar mendengar, melihat dan memahami beragam hal dengan cara yang berbeda.

Akibatnya, anak kesulitan untuk mempelajari kemampuan dan informasi baru yang ia dapatkan. Gangguan belajar biasanya berhubungan dengan masalah dalam membaca, menulis, menghitung, menjelaskan, mendengarkan hingga berbicara.

Dulu ketika kecil kita juga terkadang bermasalah dalam belajar, tapi apabila anak terus-terusan bermasalah dalam suatu bidang pembelajaran secara konsisten, ada indikasi kalau si kecil mempunyai gangguan belajar!

Anak Dengan Gangguan Belajar BISA Sukses!

Memang, melihat si kecil kesulitan belajar cukuplah berat untuk kita sebagai orang tua. Ngga ada orang tua yang pengen lihat anaknya tersiksa.

Bunda pasti khawatir dengan masa depan si kecil, atau mungkin khawatir bagaimana kehidupannya nanti di sekolah, apakah anak bisa survive disana?

Tapi, hal yang harusnya bunda ingat adalah mayoritas anak dengan gangguan belajar sebenarnya sama-sama pintar seperti anak pada umumnya.

Mereka hanya perlu diajari melalui cara yang memang dirancang khusus untuk gaya belajar mereka yang unik.

Dengan mempelajari lebih dalam gangguan belajar secara umum dan sympton yang muncul pada anak secara khusus, bunda bisa membantunya membuka jalan menuju sukses baik di sekolah ataupun tempat lainnya.

Gejala Pada Anak Yang Susah Belajar

Gangguan belajar bermacam-macam jenisnya. Seorang anak bisa saja kesulitan dalam membaca dan mengeja, sedangkan yang lain baik-baik saja dengan kata dan kalimat, tapi bermasalah dengan matematika.

Seluruh masalah ini memang berbeda-beda, tapi semuanya kurang lebih masuk dalam satu payung, dikenal dengan istilah gangguan belajar. Mengidentifikasi gangguan belajar sendiri bukanlah perkara mudah.

Karena banyaknya jenis dari gangguan ini, tidak ada satu gejala atau profile yang bisa dijadikan pegangan dari suatu jenis gangguan. Meski begitu, beberapa “lampu merah” bisa kita kenali sedari dini.

Kalau bunda peka dengan kondisi si kecil, bunda bisa mengidentifikasi sebuah gangguan belajar dengan cepat dan dengan sigap mengambil langkah untuk mengatasinya.

Di bawah ini ada beberapa “bendera peringatan” yang mungkin bisa membantu bunda dalam mengenali gejala learning disorders. Ingatlah kalau anak yang tidak punya gangguan belajar juga berkemungkinan mengalami kesulitan-kesulitan ini dalam waktu yang bervariasi.

Saat dimana bunda harus khawatir adalah ketika si kecil secara konsisten kesulitan untuk menguasai suatu kemampuan tertentu.

Gejala: Pra Sekolah

Terdapat beberapa gejala kelainan belajar yang bisa kita kenali pada usia pra sekolah:

  • Kesulitan mengucap kata
  • Kesulitan mencari kata yang tepat
  • Bermasalah mempelajari huruf, angka, warna, bentuk, ataupun mengingat hari
  • Kesulitan mengikuti arah
  • Bermasalah dalam mempelajari suatu rutinitas
  • Kesulitan mengontrol krayon, pensil, dan gunting hingga mewarnai garis
  • Bermasalah dengan kancing dan resleting, ataupun belajar mengikat sepatu.

Gejala: Anak Umur 5-9 Tahun

Adapun beberapa gejala kelainan belajar yang bisa kita kenali pada anak usia 5-9 tahun:

  • Kesulitan mempelajari hubungan antara huruf dan bagaimana cara pengucapannya
  • Bingung dengan kata-kata dasar saat membaca
  • Lambat dalam mempelajari kemampuan baru
  • Secara konsisten salah mengeja kata dan sering membuat kesalahan
  • Kesulitan mempelajari konsep dasar menghitung
  • Kesulitan mengingat waktu
  • Bermasalah dalam mengingat suatu urutan.

Gejala: Anak Umur 10-13 Tahun

Terakhir, ada beberapa gejala kelainan belajar yang bisa kita kenali pada anak usia 10-13 tahun:

  • Kesulitan memahami apa yang ia baca
  • Bermasalah dengan hitungan
  • Tidak suka dengan membaca ataupun menghitung
  • Menghindar ketika disuruh membaca dengan lantang
  • Tulisan tangan yang kurang “elok”
  • Memiliki kemampuan mengorganisir yang buruk (kamar, pekerjaan rumah, atau meja yang senantiasa berantakan)
  • Kesulitan dalam mengikuti diskusi di kelas
  • Kesulitan mengespresikan diri
  • Selalu salah mengeja kata yang sama (misalnya dalam PR ataupun saat mencatat sesuatu).


Keterlambatan perkembangan memang tidak serta-merta masuk dalam gejala kelainan belajar, meski begitu kalau bunda menyadarinya selagi ia masih belia, bunda bisa langsung mengatasi kelainan tersebut.

Hanya bunda yang mengetahui apa yang sedang terjadi pada si kecil, jadi apabila bunda mencium sesuatu yang tidak beres, tidak ada salahnya bunda mengevaluasi apa yang terjadi kan?

Tidak lupa, bunda juga bisa berkonsultasi dengan dokter anak mengenai bagan perkembangan anak agar selalu up to date dengan apa yang sedang terjadi pada si kecil.


Jenis Kelainan Belajar Pada Anak

Kelainan belajar biasanya dikelompokkan berdasarkan keterampilan anak di sekolah. Nah, kalau udah ngobrolin sekolah, kelainan belajar yang mungkin muncul biasanya terpaku pada 3 hal dasar, membaca, menulis dan menghitung.

Kelainan Belajar dalam Membaca (Dyslexia)

Ada dua jenis kelainan belajar dalam membaca. Pertama masalah membaca dasar, terjadi ketika anak kesulitan dalam memahami hubungan antara suara, huruf dan kata. Kedua adalah masalah dalam memahami apa yang anak baca, yang satu ini terjadi ketika si kecil tidak mampu menangkap arti dari kata, kalimat atau paragraf.

Adapun tandanya berhubungan dengan masalah dalam:

  1. Mengenali huruf dan kata
  2. Memahami kalimat
  3. Kecepatan membaca
  4. Keterampilan kosa-kata umum

Kelainan Belajar dalam Menghitung (Dyscalculia)

Gangguan belajar dalam Menghitung sangat bermacam-macam tergantung kelebihan dan kekurangan anak. Kemampuan anak dalam menghitung dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti kelainan linguistik (berbahasa), kelainan visual, ataupun kesulitan dalam mengurut, mengingat, atau mengorganisir hal.

Anak dengan kelainan menghitung akan kesulitan dalam mengingat atau mengorganisir nomor, serta memahami operasi aritmatika (contohnya seperti 4+4=8).

Kelainan Belajar dalam Menulis (Dysgraphia)

Gangguan belajar dalam menulis berhubungan dengan kemampuan fisik anak dalam menulis ataupun mental si kecil dalam memahami informasi. Dysgraphia dasar merujuk pada kesulitan anak dalam membentuk huruf atau kata. Intinya, si kecil kesulitan dalam mengekspresikan hal yang ada di kepalanya ke dalam bentuk tulisan.

Ada beberapa gejala dari kelainan belajar yang satu ini, diantaranya adalah masalah yang berhubungan dengan:

  1. Tingkat kerapihan tulisan
  2. Konsistensi tulisan
  3. Keterampilan mengeja
  4. Akurasi anak dalam menyalin tulisan
  5. Pengurutan kata

JENIS KELAINAN BELAJARKESULITAN
Dyslexia (Membaca)Membaca, menulis, mengeja, dan berbicara
Dyscalculia (Menghitung)Menyelesaikan masalah matematika, memahami waktu, menggunakan uang
Dysgraphia (Menulis)Tulisan tangan