Flascokids – Selalu ada kisah unik di balik sosok Ibu mertua dalam setiap rumah tangga. Ditambah banyaknya stereotype yang lahir dari tangan dingin persinetronan tanah air, citra ibu mertua memang cenderung kurang disukai di kalangan masyarakat.

Itu hanya citra, kenyataannya tidak semuanya menakutkan seperti itu kok. Meski begitu, bagi beberapa wanita muda, mendekati terutama mendapatkan hati mertua memang bisa menjadi tantangan tersendiri.

Pertanyaannya, kenapa mendapatkan hati ibu mertua sangatlah penting? Apakah ada tips untuk ibu muda mendekati seorang ibu mertua? Jawabannya, simak aja langsung di bawah ini!

1. Perlakukan Ibu Mertua Layaknya Keluarga

Pertama, kita mulai dengan treatment atau perlakuan kita. Melihat dari perilaku masyarakat, wanita memang dikulturasi untuk meyakini bahwa hubungan antara anak dan mertua selalu berakhir tak baik.

ibu mertua 02

Bukan alasan yang harus bunda lihat dari pernyataan di atas, melainkan realita yang lahir dari perspektif tersebut. Sumbernya? Tidak lain dan tidak bukan, tentu saja pertelevisian kita:'(

Bukannya aku banyak nonton sinetron ya, tapi stigma ini benar-benar melekat erat berkat sinetron yang dipertontonkan kepada masyarakat.

Daripada termakan oleh perspektif tersebut, alangkah baiknya bunda sebagai pasangan yang baik, mencoba memahami perasaan seorang ibu mertua. Kuncinya:

“Perlakukan ibu mertuamu, sebagaimana pasanganmu memperlakukannya.”


Deb Dearmond

Meski perlakuannya mungkin, terbilang sulit dan kasar, bunda masih tetap bisa memilih untuk meresponnya dengan ramah dan penuh hormat. (Karena mungkin juga itulah yang suami rasakan ketika berhadapan dengannya, tapi mengingat ia adalah seorang ibu, hormat adalah respon paling tepat untuknya).

2. Pahami Perskpektifnya dan Bantu Ia Pahami Perspektifmu!

Kedua kita bicara tentang perspektif. Sosok mertua terutama ibu tentu mempunyai perspektif yang berbeda denganmu dalam menjalani bahtera rumah tangga.

ibuku tersayang 01

Faktor pembedanya sendiri berasal dari pengalaman. Ketika bunda diminta untuk melakukan ini dan itu, bagaimana respon bunda? Apakah ada yang salah dengan permintaannya?

Bukan berarti dia memaksa bunda loh. Hanya saja, ada kalanya beliau berpikir, kalau perspektif dan pengalamannya bisa membantu hubungan bunda dengan suami ke arah yang lebih baik.

Hindari penolakan mentah-mentah! Kalau menurut anak JakSel tuh, istilahnya jangan “denial” gitu loh. Dengarkan, pahami, dan cobalah kalau memang tidak ada ruginya untuk bunda ataupun pasangan bunda.

Begitu juga sebaliknya. Walaupun tidak berucap secara langsung, seorang ibu mertua akan senang memahami perspektif bunda kalau bunda memang berkenan bercerita.

Contoh yang paling umum mungkin sosial media. Daripada bunda bilang ‘kolot’ padanya, cobalah ajak dia berdiskusi khususnya tentang sosmed dan tren apa yang lagi ngehits saat ini. Kalau dari ekspresinya terlihat beliau cukup antusias, lanjutkan.

Dengan ini, ibu mertua bisa lebih terbuka dengan perspektif bunda.

3. Bersikap dan Berucaplah dengan Baik Pada Ibu Mertua

Ketika kebenaran disampaikan dengan tanpa kasih, ia bisa berujung menyakitkan. Quotesnya kece badai kan?

Mungkin istilah di atas bisa jadi acuan bunda untuk bersikap dan berucap yang baik-baik di hadapannya. Secara etika sih memang ngga mungkin yaa kita sampai barbar berucap dengan buruk di hadapan mertua, tapi gimana jadinya kalau bunda sedang banyak masalah?

Kondisi hati yang sedang ngga stabil terkadang bisa memicu hal ini. Kalaupun keceplosan, meminta maaflah dengan tulus biar ngga terjadi kesalahpahaman.

4. Ingatlah Bahwa Kamu Bukan Satu-Satunya Wanita Yang Mencintai Pasanganmu!

Jangan dulu mikirin yang engga-engga, wanita lain yang mencintai suami bunda udah pasti ibunya sendiri.

Ada kalanya, bunda merasa sosok ibu mertua malah terlalu mencampuri kehidupan rumah tangga bunda. Hasilnya? Serasa terkekang, ngga bebas, dan lain sebagainya.

ibuku tersayang 02

Meski begitu, ingatlah kalau sosok ibu bukan berusaha untuk memecah belah keluarga bunda. Beliau melakukannya hanya untuk menjaga rumah tangga anak agar tetap berjalan dengan harmonis.

Harus diakui memang, ada saatnya bunda benar-benar kebingungan dengan keinginan ibu mertua. Bahkan, tak jarang perselisihan atau pertentangan mencuat dari hubungan bunda.

Namun, tetap saja baik bunda maupun mertua harus berani meluangkan waktu untuk mengobrol dan meluruskan semuanya. Pahamilah satu sama lain, jangan main perang saudara-saudaraan yaa:)