Flascokids – Berbicara mengenai tidur, prioritas parents mungkin selalu tertuju pada kualitas. Tidur memiliki peranan yang sangat-sangat penting dalam tumbuh kembang si kecil. Tapi pertanyaannya, berapakah durasi tidur anak yang baik?

Banyak studi yang menunjukkan bahwa anak yang secara rutin mendapatkan waktu tidur yang cukup memiliki fokus, perilaku, memori, bahkan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

Kenapa Tidur Sangat Penting untuk Tumbuh Kembang Si Kecil?

Anak membutuhkan waktu istirahat yang berbeda-beda, tergantung umur dan juga tahap kembangnya. Seperti halnya kebutuhan gizi serta nutrisi, tidur yang baik dan ideal juga mendapatkan prioritas yang sama pentingnya.

Tidak hanya fokus dan perilaku, tidur yang berkualitas juga akan memperbaiki kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan juga daya tahan tubuh anak.

Berapa Lama Anak Harus Tidur?

Agar si kecil mendapatkan waktu tidur yang cukup, parents bisa menggunakan panduan jumlah waktu tidur berdasarkan rekomendasi American Academy of Sleep Medicine ini:

  1. Newborn alias Bayi baru lahir berusia 0-3 bulan: 14 hingga 17 jam per hari.
  2. Bayi berusia 4-12 bulan: 12 hingga 16 jam per hari.
  3. Batita berusia 1-2 tahun: 11 hingga 14 jam per hari.
  4. Balita berusia 3-5 tahun: 10 hingga 13 jam per hari.
  5. Anak berusia 6-12 tahun: 9 hingga 12 jam per hari.

Apa saja rutinitas yang baik Agar si Kecil tidur lebih awal?

Lama Anak Tidur? Berapa lama?

Membangun rutinitas tidur yang baik sangatlah penting. Idealnya, rutinitas tidur ini bermula di waktu yang sama setiap malanya. Baiknya segera setelah matahari terbenam, parents bisa lakukan ini di rumah agar lama anak tidur sedikit demi sedikit meningkat:

  • Turunkan intensitas cahaya atau redupkan cahaya lampu
  • Hentikan penggunaan elektronik atau Screen Time minimal satu jam sebelum tidur. Jangan biarkan anak tidak mendapat tidur yang cukup karena aktivitas seperti SMS-an, Instagramming, atau Youtube-an.
  • Batasi konsumsi kafein.
    Mungkin parents bertanya-tanya, memangnya produk apa yang mengandung kafein tanpa kita sadari si kecil konsumsi? Contoh yang sering kita temukan: Soda, Energy Drink (Panther), Topping Coklat pada beberapa makanan seperti Es Krim dan Yogurt
  • Mandi dengan air hangat
  • Lakukan aktivitas keluarga yang hening seperti membaca cerita.

PR Mempengaruhi Durasi Tidur Anak

Ada baiknya, parents mengajarkan si kecil cara me-manage PR. Seperti yang kita tahu, anak zaman sekarang, PR-nya memiliki intensitas yang lebih tinggi daripada generasi sebelumnya, bahkan di tingkat yang lebih dini, terlebih sekarang sedang masa-masanya pandemi.

Membantu si kecil mengatasi beragam pekerjaan yang ditugaskan guru (khususnya dengan tidak menunda-nunda sampai hari terakhir alias last minute) dapat mengurangi perasaan stres anak dan si kecil-pun bisa tidur tepat waktu.