Flascokids – Frustasi? Jengkel? Bingung? Kenapa Anak masih tetap mengompol saat tidur meski sudah memasuki usia wajar berhenti mengompol?

Pada dasarnya, fase bedwetting pada si kecil masuk dalam kategori normal, apabila anak masih belia. Belia, dalam hal ini memiliki banyak definisi. Ada yang bilang umur 5 tahun seharusnya sudah mulai berhenti mengompol, ada yang 6 tahun, bahkan ada juga yang bilang 4 tahun.

Tapi kembali lagi ke statistik. Beberapa lembaga kesehatan anak di banyak negara sepakat, bedwetting masih terbilang wajar bila si kecil masih di bawah usia 7 tahun.

Nah loh, anak bunda sudah umur berapa sekarang? Apa si kecil masih mengompol saat tidur? Oke, mumpung belum melebar, mari kita bahas dari akar permasalahannya.

Penyebab Anak Mengompol atau Bedwetting

Apa yang terjadi ketika anak mengompol secara tidak sadar ketika tidur? Bedwetting biasanya seringkali dihubungkan dengan tidur yang nyenyak. Pada kondisi ini, kandung kemih si kecil penuh, tapi karena terlalu nyenyak, anak tidak terbangun.

Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya:

  • Buah hati masih belum bisa menahan urin semalaman penuh (Belum Lulus Toilet Training)
  • Si kecil memproduksi banyak urin menjelang waktu malam (Yang satu ini bisa juga disebabkan oleh konsumsi kafein dari teh atau kopi sebelum anak tidur).
  • Anak punya kebiasaan buruk menahan kencing
  • Keturunan. Apabila kasusnya seperti ini, biasanya anak akan berhenti bedwetting di waktu yang sama seperti saat orang tua berhenti.

Setelah membahas penyebab “umum” kenapa anak masih mengompol saat tidur, lalu bagaimana dengan gangguan kesehatan pada anak? Apakah ikut mempengaruhi?

Ya, Hal ini juga ikut mempengaruhi. Ada juga beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan anak masih suka mengompol:

  • Infeksi saluran kemih
  • Diabetes
  • Sleep Apnea atau Apnea tidur
  • Sembelit
  • Gangguan Psikologis/Perilaku seperti ADHD, Autisme, atau Anxiety Disorder alias gangguan kecemasan

Tips Mengatasi Bedwetting pada Si Kecil

Tips Mengatasi Bedwetting (Anak Mengompol)

Setelah mengetahui penyebab anak masih mengompol saat tidur, bunda pasti penasaran dengan apa yang harus orang tua lakukan untuk mengatasi hal ini. Baik, flascokids akan ulas dari hal yang sederhana terlebih dahulu.

Pertama ada jadwal waktu minum si kecil. Untuk mengatasi bedwetting, cobalah untuk mengubah jadwal meminum anak. Perbanyaklah asupan minum si kecil di awal hari, kurangi di penghujung hari.

Kedua, Jadwalkan waktu mengompol anak. Terapkan scheduling, 2 atau 3 jam sekali agar anak mengompol dan tepat sebelum waktu tidur.

Selanjutnya, terus ikuti progres anak. Beri ia semangat, dan jangan lupa, ketika anak mencapai target tertentu dalam misinya, apresiasilah dengan sebuah hadiah.

Keempat hindari rasa haus berlebihan pada anak. Apabila sekolah mengizinkan (Khususnya nanti saat sekolah mulai kembali tatap muka), berilah anak botol minum agar si kecil bisa minum kapanpun ia mau.

Kelima, Jangan sekali-kali membangunkan anak untuk mengompol di malam hari. Salah satu faktor penyebab bedwetting adalah stres. Selain mengganggu tidur, hal ini pasti menimbulkan stres pada anak.

Selain menimbulkan stres, membangunkan anak untuk ke kamar mandi hanya akan mengurangi bedtime si kecil.

Terakhir, tidak perlu marah apabila anak masih melakukan bedwetting. Marah-marah tidak akan membantu menyelesaikan masalah.

Ingatlah, anak tidak melakukan semua itu dengan sengaja. Anak perlu diarahkan hingga ia bisa “lulus” toilet training agar bisa berhenti mengompol secara tidak sadar saat tidur.

Itu dia pembahasan singkat Bedwetting pada anak. Masih ada banyak hal yang belum tercover dalam bahasan kali ini. Hope you like it, tinggalkan komentar apabila ada pertanyaan, semoga bermanfaat!