Bisnis Tanpa Modal 2021 – Hallo sahabat Flascokids pada pembahasan kali ini disnis saya akan memberikan ilmu atau pengetahuan khususnya kepada ibu rumah tangga yang ingin melakukan usaha online atau bisnis tanpa modal sepeserpun ketika di masa pandemik ini. Untuk itu mohon disimak dengan baik – baik ya bund :-).

Apasih kira – kira Bisnis Tanpa Modal 2021 sekarang ini?


Apasih kitra - kira Bisnis Tanpa Modal 2021 sekarang ini?
Bisnis Tanpa Modal 2021

Jawabannya adalah menjadi seorang pengusaha Reseller.

Ya, menjadi reseller atau menjalankan bisnis dropshipper menjadi marak dilakukan, apalagi dengan berkembangnya bisnis online selama pandemi ini.

Kalau kamu merupakan seorang pemula dalam menjalankan bisnis, reseller atau dropshipper sangat direkomendasikan.

Pasalnya, dua bisnis ini dinilai memiliki modal yang kecil, dan juga resiko kerugiannya juga rendah.

Tak hanya itu, menjadi reseller dan dropshipper juga lebih mudah dilakukan karena kamu tidak secara langsung melakukan produksi produk.

Belanja Produk Flascokids

Jual Baju Anak Setelan Defana Dress Flascokids
Jual Baju Daster Wanita Homedress Bahan Viscose
Jual Legging Wudhu Premium Murah

Adapun keduanya walaupun sama-sama menjual produk lain, tapi berbeda cara kerjanya.

Dengan menjadi reseller, kamu biasanya harus menyetok beberapa produk dulu sebelum dijual.

Nah, dengan menjadi dropshipper, kamu bisanya hanya bertugas mempromosikan barang, jika nantinya ada pembeli kamu akan meneruskannya ke supplier.

Setelah melakuan pembayaran, supplier akan mengirimkan produk ke pelanggan, dengan mencantumkan namamu sebagai penjual.

Bagaimana Caranya Menjadi Seorang Reseller atau Dropshipper?


Bagaimana Caranya Menjadi Seorang Reseller atau Dropshipper?
Menjadi Reseller atau Dropshipper

Untuk menjadi seorang Reseller atau Dropshipper yang sukses berikut ini adalah poin poinnya yang harus diperhatikan:

Pilih Produk dan Partner yang Tepat


Pilihan produk yang tepat mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis Anda.

Namun, akui saja, sangat sulit untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada ukuran pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun begitu, kami akan coba memberi sedikit panduan untuk membantu Anda memilih produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

  • Pilih barang-barang yang punya satu niche. Terlalu banyak barang dengan niche beragam hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga takkan sebaik yang khusus menjual produk tertentu.
  • Pilih produk yang ringan dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang.
  • Hindari produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang seperti ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar.
  • Prioritaskan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama.
  • Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya terhindar dari risiko kerugian.
  • Hindari menjual produk yang sudah dimiliki oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga hubungan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier sebagai pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan berjalan. Tak ada barang yang sampai ke konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Selain relasi dengan partner, Anda juga perlu coba pikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya keuntungan diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjajakan barangnya dengan harga lebih rendah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak keuntungan.

Jadi, coba pertimbangkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih aman diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam kesuksesan bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan retur atau pengembalian barang).

Tambahkan Nilai Jual yang Unik


Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan berdatangan. Kalimat itu terlanjur terpatri di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Barangkali itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu mencari harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan menyulitkan Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pelanggan dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring pelanggan baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata. 

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berkaitan dengan produk bukan urusan langsung Anda. 

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang andal, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

Perhatikan Branding Bisnis


Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan berdatangan. Kalimat itu terlanjur terpatri di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Barangkali itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu mencari harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan menyulitkan Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pelanggan dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring pelanggan baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berkaitan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang andal, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

  • Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand gadget yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi.
  • Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah sebutan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.
  • Aided Awareness ━ ketika sebuah nama brand diperkenalkan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya. 

Supaya mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Caranya pun tak terbatas pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menawarkan program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Pakai Strategi Limited Edition untuk Roketkan Penjualan


Jika Anda pikir promosi akan mengurangi keuntungan Anda, masih ada waktu untuk berubah pikiran.

Promosi adalah cara tersakti mengundang orang untuk berbelanja. Meskipun tidak membutuhkan barang, pengunjung bisa saja memborong produk ketika melihat promosi menarik yang Anda tawarkan. Tanpa promosi, 81 persen orang hanya akan datang untuk melihat-lihat lantas pergi meninggalkan website Anda.

Promosi adalah hal yang gampang. Tapi dengan sedikit sentuhan, Anda bisa mempercepat penjualan dan memperbanyak jumlah barang yang dibeli pelanggan. Sentuhan itu dinamakan teknis promosi urgensi dan kelangkaan.

Sebagai contoh, Flascokids juga memberikan  promo baju anak yang tentunya selain meningkatkan urgensi sekaligus menarik minat konsumen untuk membeli baju anak dari promo yang diberikan.

Mari kita bahas metode urgensi terlebih dulu. Metode urgensi “memaksa” pelanggan untuk berpacu dengan waktu untuk mendapatkan diskon atau promosi. Dengan adanya urgensi, pelanggan terpicu untuk segera menuju halaman checkout dan mengamankan produk yang mereka inginkan. Semakin cepat mereka menyelesaikan pembelian, semakin cepat juga Anda mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Untuk menerapkan urgensi, Anda bisa sesekali mengadakan flash sale di website Anda. Tambahkan penghitung waktu mundur dengan ukuran besar di halaman muka Anda. Jangan lupa gunakan warna merah dan oranye untuk untuk memperbesar sense or urgency.

Selain urgensi, gimmick kelangkaan juga bisa Anda coba. Ketika suatu barang punya predikat limited edition, barang tersebut akan dipandang lebih berharga dan sayang sekali untuk dilewatkan. Hal ini kemudian memotivasi pengunjung untuk segera mendapatkannya sebelum kehabisan.

Penerapan gimmick ini pun mudah saja. Anda bisa mengatur website Anda kalau stok barang tidak pernah lebih dari 3. Selain itu tambahkan call to action atau copy berwarna merah dan agak besar dengan kata-kata: “Ayo cepat! Ini stok terakhir” atau “Ada 10 orang yang juga sedang melihat produk ini”. 

Copy macam itu bisa mendorong pengunjung segera menyelesaikan transaksinya. Metode ini ampuh dipakai menuju high season penjualan seperti hari raya Lebaran, Natal, dan seasonal sale lainnya.

Tunggu apalagi bund ayok mulai sekarang kita sama – sama untuk menjadi orang yang sukses dan maju walaupuin dimasa pandemik saat ini, maka dari itu kami FLASCOKIDS membuka sebuah program patner untuk bergabung bersama kami menjadi seorang Agen atau Marketer atau bisa disebut Reseller, untuk informasi lebih jelasnya boleh di baca di link berikut ini. https://flascokids.com/benefit-syarat-mitra-flascokids/

Daftar Menjadi Reseller Bisnis Tanpa Modal 2021 disini

Daftar menjadi reseller Flascokids Gratis
Daftar menjadi reseller Flascokids Gratis