Flascokids – Menutup Aurat Sejak Dini, tidak melulu berbicara soal mengajarkan pemakaian hijab pada anak perempuan kita saja, tapi berlaku untuk anak laki-laki kita secara universal.

Banyak tantangan yang senantiasa terjadi ketika kita mengajarkan hal ini, mulai dari anak gadis yang memang sedari kecil tidak mengenal hijab sehingga pada masa pubertasnya, bersikukuh tidak ingin memakai hijab.

Ada pula (tergantung pada tempramen si kecil), anak gadis yang memang sedang mengalami masa berontak di fase pubertasnya, sehingga saat parents meminta sang gadis untuk memakai hijab, ia akan menolak seperti halnya dia menolak hal-hal lain yang parents minta.

Uuh, dari sini sih mulai merinding yaa andai kita tidak mengajarkan hal ini sedari dini. Oke, Mumpung belum terlambat, yuk kita bahas!

Definisi Aurat

Secara bahasa (Arab), Aurat memiliki arti aib atau penghinaan. Kedua arti tadi merujuk pada akibat yang harus kita jauhi ketika kita terekspos secara fisik dan juga menghidarkan diri dari rasa malu dan juga penghinaan. Nah, untuk sumber naqli (Al-Quran) nya, Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 31 yang artinya:

“…dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya,…”

Syarat

Berdasarkan ilmu fiqih, ada beberapa syarat yang harus muslim penuhi saat akan menutup auratnya (baik laki-laki maupun perempuan) :

  1. Menutup Area Aurat:
  2. Laki-laki: Pusar sampai Lutut
  3. Perempuan: Seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
  4. Tidak mengekspos warna kulit maupun lekuk tubuh
  5. Tidak merepresentasikan pakaian dari Kaum Yahudi, Kristen, dan juga lawan jenis.

Detail Menutup Aurat Pada Perempuan Muslim

Berdasarkan pandangan para Ahli Fiqh, Aurat perempuan Muslim dapat kita kelompokkan menjadi:

  • Di depan perempuan muslim lainnya (keluarga, kerabat, teman), aurat perempuan adalah antara pusar hingga lutut. Tapi, apabila dengan melakukan hal tersebut dapat menuntun pada perilaku fitnah dan nafsu, seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan harus tertutup.
  • Di hadapan perempuan non-muslim, seluruh tubuh kecuali bagian tubuh yang biasa terlihat ketika bekerja dan melakukan pekerjaan rumahan harus tertutup. Tapi, jika melakukannya hanya menuntun pada perilaku hawa nafsu ataupun fitnah, seluruh tubuh kecuali muka dan telapak harus tertutup.
  • Di depan kaum Adam. Untuk anggota keluarga laki-laki dan beberapa muhrim laki-laki lainnya adalah pusar hingga lutut (Berdasarkan Mazhab Syafi’i). Jika dapat mengundang perilaku nafu atau fitnah, maka seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan harus tertutup.
  • Untuk lelaki ajnabi (bukan muhrim), adalah seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan (Jika keduanya mengundang perilaku fitnah dan hawa nafsu).
  • Untuk anak laki-laki (mumayyiz ataupun ghair mumayyiz), seorang perempuan muslim boleh menampakkan seluruh bagian tubuhnya selama hal tersebut tidak mengundang hawa nafsu. Tapi, jika melakukannya hanya menuntun pada perilaku hawa nafsu ataupun fitnah, seluruh tubuh kecuali muka dan telapak harus tertutup.
  • Terakhir, ketika seorang dokter lelaki menangani perempuan muslim, apabila berdasarkan kondisi medis atau ketersediaan dokter perempuan tidak ada, maka aurat perempuan muslim boleh terlihat, dengan batasan area yang membutuhkan treatment medis saja yang boleh terlihat.

Kenapa Menutup Aurat Sejak Dini Penting Untuk Diajarkan?

Setelah mengetahui area mana yang harus tertutup oleh masing-masing laki-laki dan perempuan, pertanyaan selanjutnya adalah kenapa menutup aurat sejak dini penting untuk diajarkan? Pertama, sesuai dengan firman Allah SWT surat Al-Ahzab ayat 59:

Pentingnya Menutup Aurat Sejak Dini

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa interpretasi dari ayat tersebut adalah: “Dengan melarang mereka (istri, anak-anak perempuan, dan istri orang mukmin lainnya) pada apa yang Allah larang, dan menyuruh mereka pada apa yang Allah perintahkan.” – (Nadrat an-Na’īm, Vol. 9, hal. 3684)

Kedua, sangat esensial untuk parents ketahui bahwa anak-anak merupakan tanggung jawab. Hierarki atau urutan pertanggungjawabannya bisa kita lihat dalam hadist riwayat Bukhari no. 853 dan Muslim no. 1829:

“Masing-masing kalian bertanggung jawab terhadap yang diurusnya. Imam bertanggung jawab dan akan ditanyakan tentang rakyatnya. Suami bertanggung jawab terhadap istrinya dan dia akan ditanyakan. Istri bertanggung jawab atas rumah suaminya dan dia akan ditanyakan. Pembantu bertanggung jawab atas harta majikannya dan akan ditanyakan tanggung jawabnya.”

Dari hadist tersebut juga kita ketahui, adalah tanggung jawab orang tua terhadap anak untuk melindungi mereka dari semua hal yang dapat menjeremuskan pada kerusakan ataupun memberi dampak negatif pada moral mereka.

Terakhir, apakah orang tua akan mendapat hukuman atas dosa (tidak menutup aurat) yang anak mereka lakukan? Hanya Allah yang tahu hukuman atas suatu perbuatan, tapi orang tua bisa saja mendapat hukuman bukan karena dosa-dosa sang anak, melainkan karena tidak menghentikan dosa-dosa tersebut seperti yang Allah perintahkan.

Tips Mengajarkan Anak Menutup Aurat?

Ada beberapa hal yang bisa parents lakukan untuk mendorong si kecil menutup aurat. Untuk anak laki-laki, edukasi dini sudah cukup untuk memberi pemahaman akan aurat pada kaum Adam. Khusus untuk anak perempuan, bunda bisa mengikuti tips di bawah ini:

  • Sebelum mengajarkan anak perempuan, ada baiknya bunda mau memberi role model pada si kecil. Hal baik biasanya datang dari orang terdekat dahulu.
  • Saat kecil (usia pre-school), dorong dan izinkan anak perempuan bunda mengenakan hijab di beberapa kesempatan. Jika si kecil ingin mengenakan hijab, jangan bilang dia terlalu muda atau bilang mengenakan hijab itu panas. Hal itu sama saja menghancurkan antusiasme dan sama dengan memerintahnya untuk tidak mengenakan hijab.
  • Ajarkan bahwa tidak hanya hijab, tapi menutup aurat juga adalah bagian dari agama Islam. Anak perempuan harus tumbuh dengan pemahaman ini, sama halnya dengan bersembahyang kepada Yang Maha Kuasa.
  • Nomor 3 bisa kita ajarkan, berbarengan dengan mengajari anak nilai-nilai agama maupun membaca Al-Quran.
  • Jangan ada paksaan. Saat anak merasa gerah, lepaskanlah. Ingat, anak-anak baru wajib mengenakan hijab ketika mencapai usia baligh. Hijab si kecil bisa kita lepas sewaktu-waktu saat masih kanak-kanak.
  • Lingkungan juga memiliki peranan yang sangat penting. Carikanlah ia teman yang sama-sama menutup aurat. Anak perempuan bunda kurang lebih akan mengikuti lingkungannya. Tapi, kalau kasusnya memang di sekitarnya adalah teman non-hijab, akan sangat sulit baginya untuk menutup aurat. Solusinya bisa dengan menempatkan anak perempuan bunda di Madrasah agar lebih terdorong untuk menutup aurat karena melihat teman maupun gurunya yang bertindak serupa.
  • Sediakan varian hijab maupun pakaian yang baik untuk anak perempuan bunda. Jika hijab dan pakaiannya tersedia, anak pasti akan memilih yang pas untuknya.

Kesimpulan

Itu dia sedikit yang bisa kita bahas mengenai tips mengajari anak menutup aurat sejak dini. Membiasakan tidak bisa kita lakukan secara instan. Kebiasaan baik ini kelak akan dibawanya hingga dewasa. Akan lebih mudah baginya ketika telah baligh untuk menutup aurat jika telah kita ajarkan sedari dini.

Nah, buat bunda yang bingung mencari gamis atau hijab untuk si kecil, bisa kunjungi katalog Flascokids untuk beragam penawaran spesial. Check saja langsung disini.

Semoga si kecil bisa istiqamah dalam menutup auratnya yaa. Jangan lupa tinggalkan komentar apabila anda memiliki pertanyaan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.