Flascokids – Anak bunda pemalu? Pendiam? Apakah menghambat kesehariannya dalam beraktivitas? Anak pemalu mungkin bukan hal yang aneh untuk kita temukan.

Contohnya saja kalau bunda bertemu dengan saudara yang sama-sama mempunyai anak, apakah mereka bisa langsung akrab dengan bunda saat itu juga?

Malu itu normal. Anak mungkin akan bersembunyi di balik badan orang tua ketika bertemu dengan orang baru, menangis dalam situasi sosial atau bahkan menghindari kontak sosial lainnya dengan menutup mata.

Macam-macam memang, tapi semua itu mengindikasikan suatu hal loh bun! Simak pembahasannya di bawah yuk!

Mengenal Arti dari Rasa Malu Anak

Sebelum kita membahas bagaimana perilaku anak yang sedang dalam mode “malu”, kita pelajari dulu arti dari malu itu sendiri (pada anak yaa, bukan definisi-definisian).

Anak malu memiliki banyak arti. Pertama, si kecil belum nyaman. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa malunya dengan, yaa bisa dibilang cukup baik, anak tidak seperti itu.

Sebagian anak sebenarnya memang dari sananya pemalu bun. Artinya, anak masih dalam tahap pemanasan atau belum nyaman menghadapi suatu kondisi sosial tertentu.

Nah, peran bunda disini adalah mendukungnya ketika menghadapi situasi-situasi tersebut sebaik mungkin.

Perilaku Anak Pemalu

Jangan salah mengenal perilaku malu si kecil ya bun. Ada beberapa hal yang mungkin anak lakukan ketika ia sedang malu. Pertama, bersembunyi di balik tubuh bunda atau sang ayah ketika bertemu orang tak dikenal.

Familiar kan? Kedua menangis. Jangan salah loh bun, menangis tidak melulu soal tantrum saja. Anak juga bisa menangis ketika ia malu. Ketiga, menghindari kontak sosial seperti menyembunyikan kepala atau berpaling, bahkan memejamkan matanya.

anak pemalu

Anak pra sekolah mungkin menolak untuk berbicara ketika seseorang yang, tidak familiar datang dan mengajaknya bicara. Kembali lagi, biasanya setelah itu si kecil menghindar dan bersembunyi di balik orang tua.

Anak sekolah mungkin tidak berani dan lebih menghindari pertanyaan di kelas, susah berteman, dan lebih suka duduk dan melihat yang lain bermain.

Apakah semuanya salah? Hilangkan mindset seperti itu karena perilaku di atas sebenarnya lazim anak lakukan khususnya saat mereka memasuki lingkungan yang baru.

Ingatlah bahwa setiap anak itu berbeda. Beberapa anak mungkin hanya lebih “pemalu” dibanding anak lainnya. Semua itu kembali lagi pada temperamen anak dan bagaimana si kecil berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.

Cara Mendukung Anak Yang Pemalu

Rasa malu tidak selalu hilang seiring berjalannya waktu, meski begitu, anak masih bisa belajar untuk menjadi lebih percaya diri dan merasa nyaman saat berinteraksi dengan orang lain melalui tips berikut ini.

Untuk Balita

  • Beri si kecil waktu untuk merasa nyaman. Jangan langsung relakan ia di tangan orang yang tak dikenalnya. Sebaliknya, dorong orang dewasa untuk bermain dulu dengan mainan dekat si kecil dan gunakan nada suara yang lebih menenangkan untuk mendekatinya.
  • Selalu dampingi si kecil ketika dalam situasi sosial, misalnya seperti playgroup atau saat orang tua sedang berkumpul ketika si kecil eksplor di sana-sini. Lihatlah perkembangan interaksinya, jika si kecil mulai nyaman dengan lingkungannya, bunda bisa sedikit demi sedikit menjauh dan memberinya space. Contohnya kala si kecil bermain, duduklah di bangku bersama dengan orang tua yang lain. Kembalilah padanya ketika dibutuhkan.
  • Beri tahu anak kalau perasaannya baik-baik saja dan bunda akan membantu mengatasi masalahnya. Contohnya, ‘Kayaknya adek takut yaa ketemu orang-orang di rumah nenek. Yuk bareng sama bunda masuknya’.
  • Jangan over-comfort atau menghiburnya secara berlebihan. Kesannya, bunda seperti memberi sinyal kalau situasi tersebut memang sebuah situasi yang menyeramkan.
  • Pujilah keberaniannya, seperti saat ia mulai merespon kontak dari orang lain, berani melakukan kontak mata, mencoba hal-hal baru atau bermain jauh dari bunda. Tapi, ingatlah untuk spesifik. Contohnya, ‘Bunda suka deh liat rina bilang hello ke Bibi Ida. Rina lihat ngga bi ida senyum pas rina bilang kayak gitu (sambil senyum)?’
  • Jadilah role model! Biarkan si kecil melihat dan belajar langsung dari bundanya sendiri. Contohnya kalau ada yang mengucap salam ke bunda, selalu jawab salamnya dan jangan hiraukan.
  • Kalau ada yang bilang si kecil “pemalu”, koreksi dengan lembut mereka di hadapan anak. Contohnya, ‘Rina memang butuh waktu untuk “pemanasan”. Kalau dah nyaman Insya Allah rina mau main kok bun.’ Dengan ini, si kecil mengerti kalau bunda paham dengan apa yang ia rasakan.

Untuk Anak Sekolah

  • Dorong si kecil untuk ikut bermain, baik di dalam rumah sendiri ataupun rumah teman. Saat si kecil diundang untuk bermain di rumah temannya, ada baiknya bunda ikut terlebih dahulu, tapi cukup di awal saja. Bunda bisa mengurangi intensitas tersebut dengan melihat perkembangan si kecil.
  • Latih si kecil untuk bercerita di depan khalayak di rumah. Dengan ini, saat nanti anak melakukan presentasi atau bercerita di depan kelas, ia tidak akan stres dan gemetaran serta lebih nyaman.
  • Dorong si kecil untuk ikut ekstrakulikuler. Contohnya Pramuka atau bisa juga ekskul olahraga.
  • Hindari membanding-bandingkan si kecil dengan saudara atau temannya yang lebih percaya diri.
  • Terus dukung si kecil untuk membangun self-esteeem nya dengan tetap mendorongnya berbuat berani meski itu hanya secuil. Konsisten!

Kapan Rasa Malu Jadi Sebuah Masalah?

Rasa malunya bisa menjadi masalah jika ia membuat si kecil (atau membuatmu) stres atau mengganggu keseharian. Contohnya, malu bisa menjadi sebuah masalah apabila:

  1. Bunda atau si kecil tidak bisa bepergian karena rasa malunya
  2. Anak menunjukkan gejala cemas dalam sebuah situasi sosial tertentu seperti pesta atau sekolah
  3. Si kecil merasa sendirian tapi tidak tahu cara bergabung dengan anak lainnya
  4. Anak merasa tidak bisa menjawab atau menanyakan pertanyaan di dalam kelas.

Beberapa anak yang pemalu berkemungkinan mengidap anxiety atau rasa cemas. Jadi, kalau rasa malu si kecil secara signifikan susah untuk dihilangkan, ada baiknya bunda berkunjung dan bertanya pada dokter anak atau psikiater.

Itu dia serba-serbi anak pemalu yang harus bunda ketahui dan tips untuk membuatnya berani. Malu itu biasa, yang tidak biasa adalah membiarkannya.

Butuh waktu untuk si kecil merasa nyaman dengan lingkungannya yang baru. Terus dampingi ia dan perhatikan perkembangannya. Hope you enjoy this content, semoga bermanfaat, Wassalamu’alaikum Wr. Wb!