Flascokids – Mimpi buruk adalah mimpi yang bisa menyebabkan anak bangun gemetaran, ketakutan dan marah. Anak biasanya mengalami mimpi mengenai:

  • bahaya nyata seperti anjing liar, laba-laba, ikan hiu
  • monster
  • kejadian menakutkan yang pernah si kecil alami.

Bergantung pada kemampuan berbahasanya, si kecil terkadang mampu menceritakan apa yang ia alami tersebut secara mendetail.

Mimpi buruk cenderung terjadi di dua per tiga malam ketika ia tertidur lelap dan sedang bermimpi. Beberapa anak mungkin merasa takut untuk kembali tidur setelah ia bermimpi buruk.

Mimpi buruk merupakan hal yang lazim kita temukan pada anak berapapun usianya, tapi ia banyak ditemukan ketika anak berusia 10 tahun.

Tips Mengatasi Mimpi Buruk

Si kecil kadang terbangun sambil berlinang air mata dan juga gelisah setelah bermimpi buruk. Bahkan anak yang lebih muda terkadang kebingungan membedakan mimpi dan realita.

Seiring bertambahnya usia anak, mereka akan lebih mengerti bahwa mimpi hanyalah bunga tidur. Meski begitu, si kecil tetap membutuhkan bunda untuk menemaninya setelah bermimpi buruk.

Di bawah ini, ada beberapa tips untuk membantu bunda dalam mengatasi hal tersebut:

  • Kalau si kecil bangun pagi karena bad dream, jelaskanlah bahwa itu hanyalah mimpi. Yakinkan ia bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang akan terluka. Kecupan dan pelukan bisa membantunya tenang kembali.
  • Biarkan anak tahu bahwa takut setelah nightmare bukanlah hal yang buruk. Jangan sekali-kali mengatakan bahwa bahwa si kecil konyol, karena mimpi buruk bisa sangat nyata untuk anak-anak.
  • Apabila si kecil memimpikan monster, jelaskan bahwa monster tidak ada dan semuanya hanya khayalan. Jelaskan pula bahwa hal-hal khayalan bisa menakutkan, tapi pada akhirnya ia tidak akan bisa menyakiti si kecil.
  • Bersabarlah ketika anak bercerita mengenai apa yang ia alami di kemudian hari. Dengarkan kisahnya – jangan abaikan atau remehkan mereka. Sembari tenang, berdiskusilah mengenai hal tersebut untuk membantu mengurangi tekanan emosionalnya. Tapi, kalau anak terkesan lupa akan mimpi buruknya, jangan ungkit hal tersebut.
  • Seiring bertumbuhnya anak, dorong si kecil untuk melihat bad dream sebagai hal yang bisa mereka pulihkan sendiri sehingga ia bisa kembali tidur sendiri.

Coba beberapa tips di bawah ini apabila si kecil mengalami banyak sekali mimpi buruk, atau bermimpi mengenai hal yang sama berulang-ulang kali:

  • Tanya si kecil dengan lembut mengenai interaksi dengan teman-temannya, program TV yang ia tonton, atau game yang ia mainkan di siang hari. Setelah mengetahuinya, bunda bisa mencoba untuk menghindarkan hal-hal yang bisa mentrigger mimpi buruknya di kemudian malam.
  • Bantulah anak untuk mengubah bunga tidur yang berulang-ulang tersebut. Contohnya, apabila mimpinya berhubungan dengan alien menakutkan, beri ia sugesti bahwa si kecil punya tongkat sihir untuk membuat alien tersebut menghilang. Dorong juga anak untuk melahirkan ide genius seperti menjadi seorang pahlawan dalam mimpinya sendiri.
  • Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup.
  • Apabila si kecil rentan terhadap stres dan kegelisahan, cobalah berpikir untuk mencari cara membantunya relax sebelum tidur.

Apa Penyebabnya?

Sesekali, mimpi buruk terjadi pada anak dan hal tersebut normal adanya. Apabila si kecil bermimpi buruk setiap malam, bukan berarti ada yang salah secara emosional padanya. Bunda ngga perlu khawatir.

Anak dengan imajinasi yang hidup mungkin mengalami bad dream yang lebih sering dibanding anak pada umumnya. Kembali lagi, bunda ngga perlu khawatir.

Anak yang berjalan saat tidur juga memiliki kemungkinan untuk bermimpi buruk dengan frekuensi yang terhitung tinggi. Satu yang pasti, ketika si kecil bermimpi buruk dalam jumlah yang tidak sedikit, anak mungkin mengalami stres di siang harinya.

Peristiwa traumatis juga bisa menjadi penyebab mimpi buruk. Apabila seorang anak mengalami kerjadian traumatis, mimpi buruk mungkin mengiringi malamnya hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah peristiwa terjadi.