Flascokids – Nilon atau Nylon merupakan salah satu jenis kain sintetik yang banyak sekali kita gunakan untuk beragam pakaian dan kebutuhan lainnya. Berbeda dengan kain organik atau semi organik, kain nylon bersifat full-synthetic, kita tidak akan menemukan unsur organik pada jenis kain ini.

Sekilas tentang kain sintetik dan organik, kain sintentis (atau sintetik?) pada dasarnya merujuk pada jenis kain yang berasal dari campuran bahan-bahan kimia, sedangkan organik artinya jenis kain yang berasal dari bagian tubuh makhluk hidup, seperti sutra yang berasal dari ulat sutera, wool berasal dari bulu binatang, hingga linen dan katun organik yang berasal dari tumbuhan.

Penggunaan nylonsudah menjalar hingga ke keseharian kita. Bayangkan, setiap hari, kita sarapan menggunakan mangkok nilon, lalu menggosok gigi menggunakan sikat gigi yang sikatnya sendiri berasal dari kain nilon, ketika hujan payung yang kita gunakan berasal dari kain nilon.

Sejarah Penggunaan Nilon

Nilon pertama kali diciptakan pada tahun 1931 oleh seorang ahli kimia organik bernama Wallace H. Carothers. Pak Wallace ini pada saat itu bekerja pada perusahaan Dupont. Bersama tim ahli kimia lainnya, mereka mengembangkan jenis kain baru untuk menggantikan kain sutra. Nama nilon sendiri berasal dari nama 2 kota raksasa di dunia yakni New York dan London.

nilon adalah bahan tekstil sintetis tertua di dunia

Lalu apa kegunaan dari kain nylon? Nylon memiliki banyak sekali kegunaan dan pengaplikasiannyapun sangat bervariasi. Yang pasti, tekstil tetap menjadi fokus utama dari penggunaan nylon.

Percaya ngga sih, di awal pemanfaatannya, kain nylon malah banyak dikonsentrasikan dalam pembuatan kaus kaki? Di masa Perang Dunia penggunaannya mulai bergeser dari kaus kaki ke hal-hal berbau kemiliteran (parasut, hammok, jaring nyamuk) lalu kembali lagi ke pembuatan pakaian.

Baru di tahun 1940an jejak komersial kain Nilon berkembang dengan pesat. Pada saat itu, pasar kain sutra benar-benar kalah telak dan semenjak itu, nylon belum pernah menunjukkan tanda-tanda kemunduran.

Sekarang, kita bisa melihat pemanfaatan kain nylon yang jauh lebih bervariasi, mulai dari stocking, jas hujan, topi, karpet, baju olahraga, kain pelapis, kain untuk jaring, tas, hingga phone case.

Kelebihan Nilon

Produk Jaket berbahan dasar Nylon

Kain nilon seperti yang kita tahu, memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Kualitasnya terbangun berkat beberapa karakteristik di bawah ini:

  • Nilon bersifat elastis
  • Nilon bersifat kuat dan tahan lama
  • Tahan lecet dan tidak mudah robek
  • Ringan
  • Tidak mudah rusak oleh bahan kimia atau alkohol hingga minyak
  • Tekstur kain nylon lembut dan halus
  • Kain nylon dapat kering dengan cepat
  • Tidak menyusut atau meregang saat kita cuci
  • Karena sintetis, nylon tahan dari lumut, jamur dan serangga.
  • Memiliki titik lebur yang tinggi yaitu 256°C
  • Permukaan kain bisa kita buat menjadi tahan air
  • Murah, tapi masih tidak semurah polyester

Kekurangan Nylon

Oke, di balik keunggulan pasti selalu ada yang namanya kekurangan. Tapi, dengan mengetahui kekurangan ini saya harapkan anda bisa lebih berhati-hati memperlakukan pakaian dengan jenis kain yang satu ini:

  • Bahan nylon mempunyai titik lebur. Masalahnya, ketika titik ini terlampaui maka kain akan mengeras dan berubah warna menjadi hitam. Tapi iya aja kali, emang kainnya mau dibawa kemana sampe temperaturnya seperti itu, Mhmm..
  • Kalau kain kita bersihkan dengan mesin (cuci), ada kemungkinan pilling pada permukaan akan muncul. Check gambar di bawah ini buat kalian yang ngga terlalu familiar dengan istilah pilling
  • Paparan sinar matahari terutama Ultraviolet bisa merusak kain nylon
  • Dengan bertambahnya usia, kain nylon berwarna putih bisa berubah menjadi kuning atau abu
  • Pemutih (klorin – hipoklorit) dapat merusak kain nylon
  • Sekilas, kain nylon lebih mahal dari polyester
  • Tidak sebaiknya kita kenakan ketika memasak. Nilon berbahaya terutama ketika terkena api karena dapat menempel pada tubuh
  • Terakhir, seperti halnya plastik (karena memang pada dasarnya nylon adalah kain sintetik), pakaian dengan jenis kain ini tidak sebaiknya dibuang begitu saja karena butuh bertahun-tahun untuk bumi dapat mendaur ulang jenis kain nylon.

Longchamp Nylon

Meski memiliki banyak jenis, satu yang pasti, kalian pasti sudah tidak asing dengan varian yang satu ini. Longchamp biasanya hadir sebagai bahan pembuatan tas. Karakteristiknya yang halus, ringan dan kedap air menjadi daya tarik tersendiri dari jenis bahan longchamp. Kelebihan lainnya, longchamp juga lumayan awet dan memiliki beragam variasi warna.

Itu dia sekilas penjelasan tentang jenis kain Nilon. Tidak hanya kita temui dalam dunia tekstil, nylon juga bisa kita jumpai di beberapa kebutuhan harian lainnya. Dengan tekstur yang halus, lembut, dan tahan air, jenis kain yang satu ini cocok untuk kita kreasikan dalam berbagai hal seperti tas dan juga phone case.