FlascokidsBu Hendra : Anak saya sudah beranjak dewasa, mulailah perjalanan saya untuk membiasakan si kecil bangun pagi. Super duper susah! Ketika saya bangunkan, dia engga merespon kecuali saya naikkan suara saya.

Saya benar-benar ngga suka, pagi-pagi, hal pertama yang saya lakukan malah maki-maki anak dan bikin satu rumah frustasi. Apakah ada, cara membiasakan bangun pagi untuk si kecil tanpa perlu barbar seperti cerita saya di atas?

Untuk menjawab kasus tadi, kali ini flascokids udah nyiapin 5 tips biar si kecil bisa terbiasa bangun pagi. Kalau penasaran, simak informasinya ya!

1. Kenali Dulu Pola Tidur Anak

Sebelum “membangunkan” ada baiknya bunda kenali dulu pola tidur si kecil. Alasan utama di balik susahnya anak bangun pagi karena si kecil memang belum mendapat tidur yang cukup.

Seperti yang kita tahu, durasi tidur anak pada dasarnya berbeda-beda. Jika bunda merasa si kecil tidak mendapat tidur yang cukup, hal yang pertama yang ingin bunda lakukan mungkin dengan mengubah rutinitasnya.

Selain penting untuk tumbuh-kembang anak, tidur yang cukup juga dapat memudahkan aktivitas bunda di pagi hari, setuju kan?

2. Perbaiki Bila Pola Tidurnya Berantakan

Apabila di poin pertama aja udah ketahuan kalau anak memang punya habit yang buruk berkenaan dengan tidur, ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan untuk memperbaikinya.

Segera setelah matahari terbenam, bunda bisa lakukan hal ini di rumah agar durasi anak tidur sedikit demi sedikit bisa meningkat:

  • Turunkan intensitas cahaya atau redupkan cahaya lampu
  • Hentikan penggunaan elektronik atau Screen Time minimal satu jam sebelum tidur. Jangan biarkan anak tidak mendapat tidur yang cukup karena aktivitas seperti SMS-an, Instagramming, atau Youtube-an.
  • Batasi konsumsi kafein.
    Mungkin parents bertanya-tanya, memangnya produk apa yang mengandung kafein tanpa kita sadari si kecil konsumsi? Contoh yang sering kita temukan: Soda, Energy Drink (Panther), Topping Coklat pada beberapa makanan seperti Es Krim dan Yogurt
  • Mandi dengan air hangat
  • Lakukan aktivitas keluarga yang hening seperti membaca cerita.

3. Niat

Ada banyak hal yang menjadi alasan kenapa anak harus bangun di pagi hari. Khusus untuk orang tua muslim, tidak ada lagi alasan yang tepat untuk membangunkan si kecil selain untuk shalat shubuh.

Persoalan utamanya memang bukan sekedar “Oke dek, bangun, sholat sana!”, melainkan bagaimana kita membiasakan ia beribadah sedemikian rupa, hingga ketika ia meraih pubertas, si kecil melaksanakan sholat shubuh sesuai keinginannya sendiri tanpa perlu kita omeli terlebih dahulu.

Kalau anak tidak merasa nyaman untuk bangun kemudian bunda malah memaksanya dengan ancaman atau omelan, yang ada si kecil malah makin enggan untuk bangun pagi.

Ia mungkin bangun, tapi tidak dengan perasaannya. Fokus utama bunda bukan untuk memaksanya mematuhi kewajiban tauhid yang membebani, fokus utama bunda adalah membuatnya cinta dengan apa yang ia pelajari dalam agama.

4. Cara Membangunkan

Pergilah ke tempat tidurnya dan peluk si kecil. Cubit pipinya, peluk kembali, cium dan katakan bahwa bunda mencintainya. Jangan lupa katakan kalau ia sudah besar dan bunda bangga kalau si kecil bangun untuk shalat.

Kalau bunda melakukannya dengan benar, maka si kecil akan bangun sedikit demi sedikit, menikmati porsi cinta dari keluarga di pagi hari dan semakin dekat ke pelukan bunda.

Terus beri ia cinta dan ketika ia sudah setengah bangun, bunda juga bisa menggelitiknya, bercanda, dan bermain-main dengannya. Dalam prosesnya, terkadang bunda juga bisa mempertegas suara bunda, namun tetap lembut untuk menekankan pentingnya do’a.

Kalau bunda terus melakukannya, si kecil pasti akan bangun. Ketika ia bangun, temani dan pegang tangannya, bawa dia ke kamar mandi dan bantulah si kecil berwudhu. Kasih sayang bunda di pagi hari merupakan kunci dalam membantu si kecil belajar menjadi religius.