Flascokids – Sebagian anak memang tumbuh dengan tidur bersama orang tua. Kebiasaan ini ngga serta-merta menghilang ketika ia tumbuh besar. Mengajarkan anak tidur sendiri mungkin bisa jadi mimpi buruk baru buat bunda.

Engga se-horror itu sih, tapi bagi sebagian (dari kita), kena sikut di muka atau tendang di wajah memang bukan hal yang “kondusif” saat istirahat malam. Membiarkan anak tidur bersama juga bisa memengaruhi hubungan bunda dengan pasangan.

Meyakinkan anak untuk tidur sendiri bisa jadi tantangan tersendiri. Antara si kecil menolak untuk tidur di kamarnya atau berakhir mengendap-endap ke kamar bunda di tengah malam. Anak yang seperti ini, biasanya teguh dengan pendiriannya.

Untungnya nih bun, ada beberapa tips yang bisa bunda lakukan untuk membiasakan si kecil tidur sendiri. Penasaran? Check tipsnya berikut ini!

Buat Kamar Si Kecil “Sleep-Friendly”

Sebelum bunda mengajak anak untuk belajar “uji-nyali” di kamar, pastikan dulu kamarnya sleep-friendly. Kamar yang menenangkan dapat menurunkan rasa takutnya dan meningkatkan kualitas tidur anak.

Lingkungan yang menenangkan ini, berbeda-beda pada setiap anak. Anak yang satu mungkin lebih suka suasana yang gelap, sedangkan yang lain lebih suka ditemani boneka dengan cahaya redup di sekitar ruangan.

Intinya, bunda bisa bereksperimen mencari setup yang pas untuk membuatnya relaks di kamar. Mengurangi rasa takut di malam hari bisa menjadi kunci untuk membuatnya tidur mandiri.

Ciptakan Ekspektasi Yang Jelas

Oke, masih belum ke tahap “menyeret” si kecil tidur di kamar yaa. Pertama, bicaralah dengannya mengenai perubahan kebiasaan tidur yang akan dilaluinya.

“Ade udah tidur di kamar bunda dari minggu kemarin loh. Malem ini, ade tidur di kamar dede lagi yaa.” Buat ia nyaman. Daripada bilang “Ade ngga usah takut,” cobalah ganti dengan “Bunda tahu ade takut, tapi bunda percaya kok ade kuat tidur sendiri meski takut sekalipun.”

Terdengar seperti naskah sinetron memang, tapi percayalah bahwa ucapan bunda ini dapat menjadi motivator yang kuat buat si kecil tidur sendirian. Terakhir, jelaskan padanya bahwa bunda memang punya ekspektasi yang tinggi (berharap) kalau si kecil bisa stay di kamarnya semalaman.

Lakukan Perlahan-Lahan

Kalau si kecil sedari dulu memang sudah sering tidur di kamar bunda, pastinya anak membutuhkan bantuan untuk menjalani transisi tersebut. Buatlah rencana yang bersifat step-by-step. Artinya, bunda ngga tiba-tiba menyuruhnya tidur langsung di kamarnya sendiri.

Contoh yang paling sederhana, bunda bisa menerimanya tidur di kamar, asalkan ia tidur di atas matras di lantai. Atau, bunda bisa tidur di kamar si kecil hingga ia cukup nyaman dengan kamarnya sendiri. Setelah itu, ia bisa bertransisi perlahan-lahan untuk tidur mandiri.

Bangunlah Rutinitas Tidur Yang Sehat

Rutinitas tidur yang sehat bisa membantunya mendapatkan kualitas tidur yang baik. Mandi hangat, cerita menjelang tidur atau dekapan penuh kasih sayang dari bunda bisa membantunya tidur di kamar sendirian.

Lalu, saat lampu siap dimatikan, tinggalkan ruangan supaya ia bisa berlatih untuk tertidur sesuai keinginannya sendiri.

Konsistenlah Dalam Membiasakan Anak Tidur Sendiri!

Ngobrolin konsistensi dalam topik yang satu ini sebenernya kayak paradox gitu. Bunda konsisten setiap malam mengembalikan si kecil ke kamarnya saat ia mengendap-endap tidur bareng bunda di tengah malam.

Tapi, hanya dengan satu malam yang melelahkan, semuanya bisa hancur dan bukannya konsisten, bunda malah balik square one alias ke awal lagi.

Jangan tunjukkan bahwa kamu bisa dimanipulasi oleh kegigihannya melawan dan tidak mau tidur di kamarnya sendiri. Jangan lelah mengembalikannya ke kamar dan jangan pula mencari-cari alasan bahwa ia bisa tidur di kamar bunda karena ia lelah atau karena hari bunda sama-sama melelahkan.

Memberi pesan yang tidak pasti hanya akan memperpanjang masalah yang ada!

Berilah Perhatian Yang Positif

Berilah si kecil hadiah atas pencapaiannya tidur mandiri. Balita dan Anak Prasekolah akan suka dengan stiker. Berbeda dengan balita, anak yang lebih tua mungkin akan lebih termotivasi dengan sistem token.

Bilanglah pada si kecil, “Dede dapet 2 token buat kemarin malam yaa,” setelah mengumpulkan cukup banyak, ada banyak hadiah yang bisa ia pilih nantinya, seperti es krim atau izin untuk main gadget dengan waktu tambahan.

Jangan lupa untuk menyisipkan pujian atas pencapaiannya untuk menegaskan kalau bunda memang senang dengan progres dari si kecil.

Selesaikan Masalah Ini Secara Proaktif

Bunda mungkin akan menjumpai beberapa masalah ketika membiasakan si kecil untuk tidur di kamarnya. Ada satu waktu dimana si kecil mengendap-endap ke kamar tanpa bersuara sedikit pun sehingga bunda tidak mendengarnya datang (yang mana dalam kasus ini, bunda bisa dengan mudah mengatasinya dengan memasang lonceng di pintu kamar).

Atau mungkin, bunda sedang mengandung bayi baru dan si kecil tidur di kamar bunda karena ia iri dengan saudara barunya. Nah, kalau masalahnya seperti ini, berilah ia ekstra waktu bersama di siang hari untuk membantunya mendapat perhatian yang ia butuhkan.

Apabila progres ngga maju-maju (regresi), atau bunda mendapat masalah yang menghalanginya mencapai progres yang diharapkan, mundurlah satu langkah ke belakang. Usut tuntas potensi masalah yang menyebabkan kemunduran ini dan carilah solusinya seefektif mungkin.