Flascokids – Setelah kemarin kita bincang hangat mengenai serba-serbi mengajarkan anak berpakaian, sekarang saya akan berbagi tips agar anak memakai pakaian dengan lebih mandiri sedari dini.

Terdapat cara untuk anak belajar berpakaian dengan lebih cepat. Salah satu yang paling baik adalah dengan mengajarkan berpakaian dalam urutan terbalik. Apa maksudnya? Mari kita bahas!

Backward Chaining

Oke, sebelum headingnya membuat bingung biar flascokids jelasin. Misalnya ketika anak belajar cara menggunakan celana pendek. Urutan pertama pasti diawali dengan si kecil menentukan posisi celanan yang benar.

Setelah itu, langkah kedua adalah memegang bagian pinggang celana kemudian memasukkan masing-masing kaki ke dalam lubang celana (dengan asumsi celana tidak memiliki resleting yaa). Langkah terakhir sudah pasti mengangkat celana lalu proses pun selesai.

Proses

Disinilah pembelajaran untuk si kecil dimulai. Istilah untuk pendekatan ini kita kenal dengan sebutan Backward Chaining. Masih mengacu pada proses memakai celana tadi, mari kita pelajari melalui pendekatan ini.

Tips Berpakaian
  • Si kecil kita pandu untuk mengenakan celana dari awal sampai akhir. Di tahap terakhir ketika parents bilang “angkat celananya dek” maka si kecil pun mengangkat celana.
  • Setelah tahap pertama selesai, cobalah turunkan kembali celana si kecil dan biarkan tangannya memegang celana di posisi pinggang. Inilah yang dimaksud dengan mengajari anak berpakaian dari urutan terakhir. Barulah parents menyuruhnya untuk mengangkat celananya.
  • Lanjut ke tahap ke tiga. Kembali turunkan celana si kecil. Kali ini, duduklah di sampingnya dan taruh celana di samping kaki kiri atau kanannya. Mulailah dari tahap kedua terakhir, letakkan tangan si kecil dekat celana, lalu dengan tangan parents mengarahkan tangannya, ucapkan “pakai celananya”. Pandu si kecil mengenakan celana dari si kecil berdiri sampai celananya berhasil ia pakai.
  • Tahap empat. Duduklah di dekatnya dan buat dia mengangkat kaki kiri atau kanannya. Dekatkan tangannya dengan celana lalu ucapkan “pakai celananya”. Kemudian, biarkan si keil mengenakan celana mulai dari memasukkan kaki sampai ia berhasil mengangkat celana.
  • Tahap lima. Mundur satu langkah, sembari si kecil duduk atau dalam posisi yang membuatnya nyaman, letakkan tangannya di celanan, lalu biarkan dia menurunkan celananya, lalu mengangkat kaki, terakhir ucapkan “pakai celananya”. Lepaskan tangan parents dan biarkan si kecil menyelesaikan proses berpakaiannya.
  • Tahap terakhir. Dalam posisi duduk, cukup berikan si celana dan ucapkan “Pakai celananya”. Biarkan ia memulai semuanya dari awal seperti menentukan posisi celana yang benar, menurunkan celana lalu mengangkat kaki, kemudian memasukkan kakinya dan terakhir mengangkat celana sampai pinggang.

Oke, panjang kah? Mungkin akan sedikit susah untuk dimengerti tapi poin yang dimaksud adalah ketika si kecil sudah menguasai langkah-langkah di atas, anak pasti mampu untuk mengenakan celana tanpa bantuan parents.

Tips Lain Agar Anak Dapat Berpakaian Dengan Lebih Mandiri

Kalau yang ini lebih merujuk pada respon parents ketika si kecil belajar berpakaian. Apabila parents berlaku positif dan suportif, si kecil berkemungkinan besar mau diajak bekerja sama.

Oleh karena itu, selalu memberinya semangat dan memuji progresnya, meski si kecil terkadang mengenakan celana dalam posisi resleting di belakang misalnya, jangan sungkan!

Adapun tips lain yang mungkin bisa membantu parents;

  • Timing. Jangan buat si kecil terburu-buru saat mengenakan pakaian. Kalau memang setiap pagi parents selalu terburu-buru, cobalah untuk menentukan pilihan pakaian si kecil dari malam.
  • Saat terburu-buru, biarkan si kecil mengerjakan tugas yang mudah dan bantulah ia dengan kesulitannya.
  • Belajarlah saat si kecil ataupun anda sedang tidak terburu-buru.
  • Kalau si kecil bersaudara, biarkan yang muda memilih baju dari ragam opsi yang parents sediakan.
  • Tanyai si kecil mengenai cuaca ketika anak ataupun anda sedang memilih pakaian. Tanya si kecil apakah di luar sedang panas, dingin, hujan, ataupun cerah.
  • Ajarkan si kecil mana pakaian yang bersih dan mana pakaian yang kotor. Contoh sederhananya, “Pakaian kotor masuk ke cucian, kalau sudah keluar, adek boleh memakainya”.
  • Ketika si kecil berpakaian, biarkan ia duduk. Duduk di lantai bahkan akan lebih mempermudah si kecil daripada ia duduk di kursi ataupun kasur (untuk beberapa anak).
  • Pilihkan si kecil pakaian yang memiliki bagian depan dan belakang yang jelas.
  • Terakhir, ajarkan si kecil melepas pakaian. Melepas pakaian lebih mudah daripada mengenakan pakaian. Mampu melepas pakaian dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

Itu dia tips dan trik sederhana agar si kecil mampu berpakaian secara mandiri dengan cepat. Membiasakan diri melakukannya dengan si kecil dan terus suportif terhadap prosesnya akan sangat membantu dalam mempercepat pembelajaran ini.

Apabila bermanfaat, jangan lupa tinggalkan komentar dan share konten ini yaa parents. Hope you like it, Enjoy!