Flascokids – Pekerjaan rumah sudah ibarat tradisi untuk setiap keluarga. Pekerjaan Rumah dapat membantu anak mempelajari arti tanggung jawab dan berbagi pekerjaan rumah juga dapat memberimu cukup uluran tangan di rumah.

Bingung si kecil masih belum siap? Simak informasi di bawah untuk melihat serba-serbinya!

Manfaat

Anak bisa banyak belajar dari melakukan pekerjaan rumah. Anak belajar keterampilan-keterampilan yang akan mereka butuhkan saat dewasa nanti, seperti menyiapkan makanan, bersih-bersih, atau bahkan berkebun.

Selain itu, ikut membantu pekerjaan rumah dapat memberi anak pengalaman berkomunikasi dengan baik, bernegosiasi, gotong-royong dan bekerja sebagai tim.

Saat anak berkontribusi, ia akan merasa kompeten dan bertanggung jawab. Bahkan saat anak tidak menikmati apa yang mereka kerjakan, ketika hal tersebut ia lakukan terus menerus, akan ada rasa puas saat pekerjaan yang ia laksanakan selesai.

Bagaimana Cara Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah

Parents bisa memulai dengan memilihkan si kecil tugas yang sesuai dengan usia dan keterampilannya. Jangan berikan pekerjaan rumah yang terlalu sulit karena itu hanya akan membuatnya frustasi. Di sisi lain, apabila pekerjaan rumah terlalu mudah, hal tersebut juga bisa membuatnya bosan.

Serba salah? Itulah Anak. Contohnya ketika parents ingin melibatkan anak usia 2 tahun. Mengingat umurnya yang masih belia, parents bisa memulai dengan tugas-tugas sederhana seperti mengemas mainan misalnya.

Mencuci Piring

Dengan melakukannya, si kecil akan menerima pesan bahwa kontribusinya penting dalam keluarga. Merupakan hal yang penting juga untuk memikirkan tugas apa yang bisa membuat anak terlibat dalam merawat keluarga secara keseluruhan.

Yang paling simpel? Bisa dengan membantunya menyiapkan meja saat makan menjelang. Anak sedikit demi sedikit akan merasakan rasa tanggung jawab dan juga partisipasi.

Kalau anak sudah cukup umur, jangan canggung untuk membicarakan pembagian pekerjaan rumah dengan mereka. Hal ini dapat memperkuat mindset bahwa seluruh anggota keluarga berkontribusi pada bagaimana rumah tangga berjalan.

Anak di atas 6 tahun dapat memilih pekerjaan rumah mana yang ia sukai. Motivasi si kecil untuk ikut terlibat dalam pekerjaan rumah dengan:

  • Terus melakukan pekerjaan rumah dengan si kecil hingga anak dapat melakukannya secara mandiri;
  • Transparan dalam menentukan pekerjaan rumah untuk setiap anggota keluarga, baik itu harian ataupun mingguan. Apabila perlu, tuliskan semuanya agar mudah untuk diingat.
  • Menunjukkan ketertarikan dalam bagaimana si kecil dapat menyelesaikan tugasnya.
  • Pujilah ia melalui perilaku yang positif.
  • Membangun skema hadiah kecil-kecilan untuk mengawasi pekerjaan rumah yang telah si kecil selesaikan. Hadiah yang dimaksud bisa berupa pilihan program TV favorit anak ataupun makanan yang akan keluarga hidangkan di meja makan.

Ingatlah bahwa dengan menyemangati, ketertarikan anak untuk membantu dapat terjaga. Parents juga bisa meningkatkan kemungkinan sukses anak dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, dengan menjelaskan tugas yang anak emban dan memujinya. Dengan ini, anak akan merasa dihargai.

Jebakan Yang Harus Parents Hindari!

Tak perlu perfeksionis. Tak ada yang sempurna! Ada baiknya parents memberi pendekatan yang lebih santai ketika si kecil mulai belajar melaksanakan chores tugas rumah. Kalau perfeksionis, jangan aneh apabila parents tiba-tiba ikutan membantu secara berlebihan, yang ada parents malah merusak maksud dari mengajari si kecil chores itu sendiri.

Semangat!! Pekerjaan Rumah Lain Untuk Si Kecil

Jangan menunda-nunda. Parents pasti berpikir kalau si kecil masih terlalu muda. Tapi, tahukah anda kalau sebenarnya anak sudah lebih dari cukup, mampu melakukannya. Anak bisa melakukan banyak tugas rumah sedari dini, contohnya memasukkan pakaian ke cucian, atau bersih-bersih setelah makan malam. Jangan tahan si kecil terlalu lama karena anak akan tahu cara melakukannya dengan belajar sedikit demi sedikit.

Jangan tahan pujianmu sampai tugasnya selesai. Dorong dan semangati si kecil meski ia sedang melakukan tugasnya. Bangunlah momentum yang positif terutama untuk mereka yang masih belia.

Konsistenlah! Apabila si kecil tidak terbiasa melaksanakan tugas rumah secara regular, anak mungkin mulai berpikir untuk menunda-nunda dengan harapan orang lain akan menyelesaikan tugas tersebut untuknya.

Uang Saku Untuk Menyelesaikan Pekerjaan Rumah

Uang saku memang selalu menjadi alternatif pilihan untuk orang tua mengajarkan tugas rumahan pada anak. Ia bisa memberi anak cukup motivasi untuk anak menyelesaikan tugasnya.

Meski begitu, beberapa keluarga meyakini bahwa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab untuk membantu satu sama lain dan uang tidak dibutuhkan untuk seseorang menyelesaikan tugasnya di rumah.

Tugas rumah seutuhnya anak lakukan untuk memahami konsep tanggung jawab dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, bukan untuk mendapatkan uang. Oke, mengurus uang juga salah satu hal yang harus anak mengerti, tapi bukan dengan melakukan tugas rumah.

Lebih jauh, sangat penting parents ketahui untuk tidak menghubungkan uang saku dengan tugas rumah untuk anak yang lebih muda. Anak yang masih belia cenderung kurang termotivasi dengan uang dan sederhananya lebih memilih untuk tidak melakukan tugasnya.

Ada pengecualian untuk anak yang lebih tua. Untuk anak yang lebih tua khususnya mereka yang mengerti arti tanggung jawab, uang bisa menjadi motivator yang baik untuk ia melakukan tugas lebih dari yang biasa ia laksanakan.

Itu dia Pengantar “Cara Mengajarkan Pekerjaan Rumah Pada Anak”. Rekomendasi tugas yang sesuai dengan usia si kecil akan tiba di lain hari. Sekian dari flascokids, Semoga bermanfaat dan tunggu postingan selanjutnya yaa, Wassalamu’alaikum