Flascokids – Sebagai orang tua, sudah sewajarnya kita mengerti dan memahami pentingnya bermain untuk tumbuh kembang si kecil.

Selain memberinya kesenangan, terdapat proses perkembangan yang terjadi saat si kecil bermain. Intinya, otak anak terus berkembang sedemikian rupa ketika misalnya, ia bermain kejar-kejaran atau permainan fisik lainnya.

Bermain juga membantu si kecil:

  1. Membangun kepercayaan diri
  2. Merasakan kasih, senang dan aman
  3. Mengembangkan kemampuan sosial, bahasa serta komunikasi
  4. Mempelajari cara menyayangi lingkungan dan orang di sekitarnya
  5. Mengembangkan kemampuan fisik anak

Jenis Permainan Anak

1. Free Play

Free Play atau dalam hal ini permainan tak terstruktur, merupakan jenis permainan yang paling anak sukai.

Oke jangan dulu bengong. Sederhananya, permainan ini ngga ribet. Free Play tidak direncanakan, jadi anak hanya menggunakan imajinasinya sendiri lalu bergerak sesuai kemauannya sendiri.

Contoh dari jenis permainan ini:

  • Permainan imajinasi, seperti bermain peran, dandan-dandanan, hingga bercerita
  • Mengunjungi tempat yang baru dan unik seperti taman bermain
  • Berkreasi, seperti menggambar.

Kebayang kan? Ngga melulu sendiri, bunda juga bisa ikut bermain melakukan hal yang menyenangkan dengan si kecil.

Saat dandan-dandanan, jangan tunggu anak berinisiatif, bunda yang aktif duluan juga bukan hal yang salah kok, “Main dandan-dandanan yuk? Adek mau jadi Elsa atau Spider-Man?

2. Structured Play

Permainan terstruktur cukup berbeda dengan Free Play. Game yang satu ini lebih terorganisir dan berlangsung dalam jangka waktu tertentu di suatu tempat tertentu.

pentingnya bermain - 02

Intinya banyak tertentu-tertentunya deh! Kebanyakan permainan ini dipimpin oleh kita orang dewasa, contohnya:

  • Kelas Drama atau Musik untuk anak
  • Permainan kartu atau permainan papan (Ular Tangga)
  • Grup Story-telling untuk anak (Di TK misalnya)
  • Olahraga seperti main bola.

Bagaimana Bermain juga Ikut Berkembang dalam Kehidupan Anak

Seiring bertumbuhnya anak, cara ia bermain pun akan ikut berubah. Si kecil mungkin menjadi lebih kreatif, experimental dengan mainannya, atau mungkin permainannya hingga ide-ide yang ia dapatkan.

Kalau sudah seperti itu lalu bagaimana? Artinya, anak membutuhkan ruang tersendiri untuk bermain (dan juga waktu), termasuk keinginannya untuk bermain sendirian atau bermain dengan anak-anak di sekitarnya.

Cara Menumbuhkan Ide Bermain Pada Pikiran Anak

bermain coret-coretan

Ada masanya, bunda bingung dengan bagaimana cara mensupport si kecil dalam hal bermain. Meski yaa, terhitung jarang, apabila ini terjadi, ada banyak cara untuk kita menanamkan ide pada pikiran si kecil.

Contohnya? Se sederhana memerhatikan gambar baik online ataupun fisik, gambar di buku, serta obyek lainnya.

Cara terbaik untuk membuatnya berpikir, yang paling sederhana, mungkin menunjukkan 2 obyek berbeda di hadapannya. Contohnya si kecil terbiasa main sama barbie nih, tiba-tiba bunda menunjukkan si kecil mainan dinousaurus misalnya.

Apa yang terjadi? Dua item yang tadi bunda taruh dan berikan pada si kecil, secara tidak langsung memancing imajinasinya, ‘Mhm, dino ama barbie? Kayaknya kalau gini seru deh!’.

Si Kecil Tidak Memahami Pentingnya Bermain (Tidak Ingin Bermain)

Suatu saat atau suatu waktu, anak tidak ingin bermain. Contohnya, karena letih atau bosan melakukan aktivitas yang sama dalam kurun waktu yang lama.

Ini normal, dan bunda tidak perlu khawatir. Tapi berbeda kalau si kecil memang dari awal jarang bermain atau tidak tertarik sedikitpun dalam bermain, kasus yang satu ini bisa menjadi tanda atau gejala suatu kelainan perkembangan anak.

Gejala apa saja? Tiga indikator ini mungkin bisa membantu.

  • Bayi tidak tertarik melakukan permainan interaktif. Contoh paling sederhana adalah ketika anak tidak tertarik saat seseorang melakukan permainan seperti cilukba
  • Ketertarikan balita pada mainan terhitung singkat atau ketika balita tidak menggunakan mainan sesuai fungsinya. Contohnya ketika anak malah hanya tertarik memutar ban mainan mobil daripada mengendarainya seperti anak pada umumnya
  • Anak prasekolah bunda tidak tertarik bermain dengan anak lain.

Apabila satu dari tiga indikator di atas terjadi pada si kecil, ada baiknya bunda berkonsultasi pada Ahli kesehatan atau Ahli Anak.

Setelah Memahami Pentingnya Bermain

Setelah memahami pentingnya bermain untuk si kecil, waktunya bunda mencari permainan yang pas sesuai umur anak.

Penting untuk kita ingat, meski penting, bukan berarti kita bisa memaksakan permainan yang kita pilih untuk si kecil. Sebaliknya, tumbuhkan ide untuknya bermain sesuai keinginannya.

Itu dia pentingnya bermain untuk si kecil. Flascokids undur diri, dan Semoga Bermanfaat yaa!