Flascokids – Anak takut mandi, apa parents familiar dengan hal ini? Cerita dimulai dengan si kecil yang senantiasa mandi dengan ria gembira, bermain air dan tak pernah protes sekalipun dengan kegiatan yang satu ini. Suatu hari, entah datang dari mana, ia tiba-tiba menolak keras ajakanmu untuk membersihkan badan.

Lalu dalam hati, parents pun bingung, “Lah, kenapa ya? Bukannya si adek suka banget kalau diajak mandi?”. Sampai sana pasti sudah terbayang kan?

Rasa takut melaksanakan mandi (istilahnya: ablutophobia) ataupun takut terhadap air secara umum, ternyata tidaklah asing kita temukan pada anak balita khususnya anak berumur 1 sampai 2 tahun. Ada beberapa penyebab di balik fenomena ini. Penasaran? Yuk, simak Informasinya!

Akar Permasalahan Kenapa Si Kecil Takut Mandi

Pertumbuhan otak anak di masa sekarang terhitung pesat, tanpa sadar balita mulai mengembangkan apa yang kita kenal dengan sebutan hyperawareness pada lingkungan sekitar mereka. Karena hal ini, si kecil seperti diserbu beragam informasi baru dalam kurun waktu yang terhitung singkat.

Hasilnya, hal-hal seperti toilet flush, guntur atau petir, alat medis doktor dan drain dari bak mandi saja cukup untuk membuat si kecil, takut atau gemetaran. Itu kenapa, sangatlah penting untuk parents memperlakukan bath time ini dengan penuh perhatian, meski pada akhirnya kegiatan ini juga akan berubah menjadi cukup menantang selang waktu berjalan.

Rasa takut ini bisa berlangsung sampai berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Jangan khawatir, hal ini akan berlalu kok. Jadi, apa permasalahannya? Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengidentifikasinya?

Kita bagi rasa takut ini ke dalam dua kategori. Pertama untuk bayi yang baru lahir. Khusus untuk anak yang baru lahir (terkhusus batita), perubahan temperatur yang drastis atau rasa melayang di air mungkin bisa menjadi salah satu penyebab.

Kedua ada kategori bayi yang lebih tua atau balita di atas 2 tahun. Untuk kategori ini, rasa takut mungkin tumbuh dari noise atau suara yang dihasilkan dari air mengalir, dan yang paling umum, masuknya air atau sabun ke daerah penglihatan si kecil.

Mengatasi Rasa Takut Anak

Pertama dan yang paling utama, ketika si kecil mulai menunjukkan gejala rasa takut untuk mandi, jangan anggap remeh hal tersebut dan jangan juga untuk sekali-kali mencoba memaksanya mandi ketika ia sedang marah.

Hal yang bisa parents lakukan, adalah membantu anak merasakan rasa nyaman dan aman dengan secara lemah lembut tetap memegang perutnya selama proses mandi berlangsung. Selain membuatnya tetap aman, memegang perut juga bisa membantu menjaganya tetap hangat.

Untuk Newborn atau Anak yang baru Lahir, tips ini mungkin bisa membantu:

  1. Sediakan bak mandi yang tidak terlalu besar. Dengan ini, si kecil akan merasa lebih aman.
  2. Pastikan temperatur air sesuai dengan temperatur tubuh si kecil.
  3. Tetap jaga kontak mata dengan buah hati.
  4. Jaga perhatian si kecil dengan tetap mengobrol dengannya sepanjang mandi berlangsung

Itu untuk newborn, khusus untuk balita alias toddler, ada tips khusus agar si kecil tidak takut dengan mandi, diantaranya:

  1. Perlahan, kenalkanlah ia dengan bak mandi. Contohnya, dengan membuatnya duduk dalam bak kosong dan memberinya sponge. Apabila si kecil OK dan santuy, cobalah untuk alirkan air ke dalam bak.
  2. Bak bayi bisa parents letakkan di dalam bak mandi apabila si kecil masih belum terbiasa dengan bak mandi yang ukurannya cukup besar (untuk ukurannya).
  3. Mandilah dengan si kecil. Dengan ini, anak akan merasakan aman. Letakkan si kecil di antara ke dua kaki parents agar ia merasa nyaman.
  4. Ketika selesai, jangan dulu tarik penyumbat air di dasar bak. Suara yang dihasilkan dari air mengalir ke bawah bak bagi beberapa anak bisa terbilang menyeramkan.
  5. Terakhir, beberapa anak mungkin merasa takut ketika ada shampoo atau sabun masuk ke matanya. Untuk mengatasi hal ini, anak bisa mengenakan bath cap alias topi mandi. Dengan bath cap, anak tak akan khawatir dengan gelembung dan air masuk ke mata.

Kalau mandi memang tidak bekerja dengan baik, shower mungkin bisa menjadi alternatif. Catatan lain yang ngga boleh parents lewatkan, jangan tinggalkan si kecil di kamar mandi sendirian. Anak bisa dengan cepat tenggelam di bak, bahkan tanpa terdengar sedikitpun suara. Pastikan, semua hal yang parents butuhkan saat mandi sudah siap sebelum si kecil masuk.

Tips Membuat Bath Time Menjadi Menyenangkan

Membuat sesuatu menjadi menyenangkan merupakan resep terbaik untuk menarik perhatian si kecil dan mengatasi ketakutannya:

  1. Belikan si kecil mainan untuk menemaninya di kamar mandi.
  2. Mandikan si kecil dengan saudara yang lebih tua. Contohnya nih, si kecil yang masih balita bisa kita mandikan dengan saudaranya yang masih preschool. Dengan ini, keduanya bisa bermain bersama di kamar mandi, dan anak yang takut dengan mandi bisa melihat saudaranya menikmati kegiatan tersebut.
  3. Gunakan kesempatan mandi bersama untuk menghabiskan waktu dengan si kecil. Bernyanyi, bercerita dan bermainlah ketika mandi dengan si kecil.
  4. Biarkan si kecil belajar memandikan mainannya ketika mandi. Selain menyenangkan, si kecil juga lambat laun akan mengerti konsep dari bath time itu sendiri.
  5. Coba buatlah variasi waktu untuk si kecil mandi. Beberapa anak menikmati jam mandi di pagi hari, ketika si kecil tidak letih atau cranky alias ngambek atau jemedad jemedud.

Itu dia serba-serbi si kecil yang takut mandi dan cara mengatasinya. Terakhir, jangan lupa untuk tetap menyanjung dan memuji semua langkah yang anak lakukan ketika mandi (selama itu memang benar dan baik yaa).

Kalau parents menjadikan kegiatan mandi sebagai kegiatan yang positif, si kecil lambat laun tidak akan merasakan yang namanya takut untuk mandi. Hope you enjoy the content, See You!