Flascokids – Parents sedang berjalan-jalan bersama si kecil. Dengan santai dan damai, mencari ragam kebutuhan yang dibutuhkan di rumah. Tiba-tiba, tak tahu dari mana datangnya, si kecil menangis, berteriak, bahkan menjadi agresif tanpa sebab yang pasti. Itulah yang kita kenal dengan tantrum pada anak.

Bagaimana parents mengatasinya? Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Apakah tantrum bisa kita cegah? Yuk, simak informasinya!

Apa Itu Tantrum?

Tantrum merupakan ledakan emosi. Tidak melulu terjadi hanya pada anak, tantrum juga bisa terjadi pada orang dewasa yang kesulitan secara emosional dan biasanya ditandai dengan sikap keras kepala ataupun sikap agresif lainnya.

Pada anak, tantrum bisa melibatkan kemarahan, rasa frustasi, dan perilaku-perilaku lainnya. Parents pasti terbiasa melihat anak menangis, menjerit atau berteriak, menendang-nendang, memukul, dan lain sebagainya.

Dalam beberapa kasus, anak juga bahkan sampai menahan napas, muntah-muntah, menghancurkan “beberapa” hal, hingga berperilaku agresif.

Kenapa Tantrum Terjadi Pada Anak?

Sebenarnya, tantrum merupakan hal yang sangat-sangat lumrah kita temui pada anak, khususnya anak berusia 1 hingga 3 tahun. Hal ini terjadi, karena kemampuan sosial dan emosi anak baru mulai berkembang.

kenapa tantrum terjadi

Karena masih di tahap awal atau nol, anak masih belum tahu kata atau kalimat yang tepat untuk mengekspresikan emosi yang berat. Tantrum adalah satu dari sekian cara seorang anak untuk mengekspresikan emosinya pada orang tua. Selain itu, dengan tantrum anak juga mencoba memahami atau mengubah ragam hal yang terjadi di sekitarnya.

Untuk anak, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya tantrum:

  • Temperamen. Tempramen memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada tantrum. Anak yang mudah marah memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami tantrum.
  • Stres, rasa lapar, lelah dan stimulasi berlebih dapat mengakibatkan anak susah mengekspresikan dan mengatur perasaan maupun perilaku.
  • Situasi yang tidak bisa anak atasi. Contohnya saat sang kakak mengambil mainan si kecil.
  • Emosi yang kuat, mulai dari rasa khawatir, rasa takut, malu, hingga marah.

Apa Yang Harus Parents Lakukan Saat Tantrum Terjadi?

Tenang merupakan respon pertama yang harus parents lakukan saat anak mengalami tantrum. Jangan coba memperkeruh masalah dengan rasa frustasi maupun amarahmu. Ingatkan diri bahwa sebagai orang tua, tugasmu adalah membantu si kecil untuk tenang.

cara mengatasi tantrum

Tantrum pada dasarnya harus diatasi dengan cara yang berbeda-beda, berdasarkan pada kenapa si kecil marah.

  1. Ketika tantrum terjadi saat si kecil lelah atau lapar, maka sudah waktunya untuk anda mengajaknya makan atau tidur.
  2. Apabila tantrum terjadi untuk mendapatkan perhatian orang tua, cara terbaik untuk menguranginya adalah dengan mengabaikannya. Ketika si kecil tantrum setelah menolak melakukan sesuatu, tenang dan jangan beri ia penjelasan kenapa dirinya tidak bisa mendapat apa yang ia inginkan. Move on dan lanjutkan dengan aktivitas selanjutnya.
  3. Jika tantrum terjadi saat si kecil disuruh melakukan apa yang tidak ingin ia lakukan, abaikan tantrumnya. Tapi, pastikan parents terus mengikuti si kecil sampai tugasnya selesai setelah tantrumnya mereda.
  4. Apabila skenarionya melibatkan bahaya, baik untuk diri si kecil maupun orang di sekitarnya, bawalah ia ke tempat yang sunyi dan aman untuk menenangkannya.
  5. Kala masalah keselamatan ikut terlibat dan si kecil terus-menerus mengulang perbuatan terlarang setelah diberitahu untuk berhenti, dekap ia selama beberapa menit.
  6. Khusus untuk anak prasekolah ataupun anak yang lebih tua, tantrum biasa mereka gunakan untuk mendapat apa yang mereka inginkan. Untuk anak yang sudah bersekolah, hal yang tepat adalah menyuruhnya ke kamar untuk mendinginkan kepala.
  7. Tantrum pada dasarnya harus diatasi dengan cara yang berbeda-beda, berdasarkan pada kenapa si kecil marah.

Jangan mengalah karena hal tersebut hanya membuat si kecil berpikir bahwa tantrum efektif untuknya mendapatkan apa yang ia inginkan.

Bagaimana Cara Mengurangi Intensitas Tantrum Pada Anak?

Sebagai tindakan preventif, ada beberapa hal yang bisa parents lakukan untuk mengurangi tantrum pada si kecil:

  1. Kurangi stres. Anak yang merasakan letih, lapar dan stimulasi berlebih lebih mungkin mengalami tantrum.
  2. Pahami perasaan si kecil. Apabila anda sudah mulai aware atau paham dengan perasaannya, parents juga tidak akan kesulitan untuk merasakan (atau peka) saat ledakan emosinya sudah kunjung dekat. Parents bisa mengajaknya berbicara, menanyakan apa yang terjadi dan membantunya mengatasi perasaannya.
  3. Identifikasi penyebab tantrum si kecil. Contohnya adalah skenario saat anda pergi berbelanja. Ada baiknya anda berangkat untuk belanja saat si kecil sudah mendapatkan tidur yang cukup dan snack kesukaannya.
  4. Berbicaralah mengenai emosi dengan si kecil. Ketika anak kesulitan mengatasi rasa yang berat, dorong ia untuk memahami perasaan tersebut, disebut apa perasaan itu, dan apa yang menyebabkannya.

Itu dia, serba-serbi tantrum pada anak dan cara mengatasinya. Apabila ada yang ditanyakan, silahkan komen di bawah dan jangan lupa share apabila bermanfaat. Hope you love the content, enjoy the day!