Flascokids – Secara Biologis, Anak memang membutuhkan asupan makanan yang mengandung banyak energi, khususnya dalam bentuk glukosa. Untuk membiasakan Anak Makan Sayur, orang tua biasanya memikirkan cara agar hidangan sayur memiliki cita rasa yang berbeda, khususnya cita rasa yang identik dengan kalori seperti asin atau manis.

Sebelum membahas tips, kita pahami dulu alasan kenapa hal ini lazim terjadi pada anak.

Kenapa Anak tidak Mau Makan Sayur?

Kandungan Energi Pada Sayur

Kandungan energi pada sayur menjadi salah satu penjelasan ilmiah kenapa anak tidak menyukai sayur-sayuran. Sayur-sayuran seperti yang kita tahu, tidak kaya akan kalori, artinya sayuran memang tidak mengadung banyak energi.

Tidak masuk akal juga anak (yang notabene membutuhkan banyak asupan energi) untuk makan hidangan yang tidak memberikan mereka energi.

Anak Tidak Suka Makan Sayur Karena Rasa?

Selain hal tersebut, rasa juga menjadi salah satu rahasia umum kenapa anak tidak menyukai sayur. Sayur-sayuran hijau misalnya, memiliki rasa yang mayoritas agak pahit.

Secara alami, pahit diidentikkan dengan tanda adanya racun (potential toxicity). Sebenarnya, senyawa pahit pada sayur-mayur bisa dibilang cukup beracun (toxic), tapi tidak terkonsentrasi hingga membahayakan anak.

Sebaliknya, hal tersebut malah menguntungkan mengingat kita sebagai orang dewasapun telah belajar dan mengamati fenomena manfaat dari sayur-sayuran. Tapi, anak lebih bergerak mengikuti insting (berbeda dengan orang dewasa yang berpikir sesuai keputusan kognitif).

Estimasi Waktu Anak Terbiasa Makan Sayur

Ada juga waktu. Jika senyawa pahit pada sayuran mengindikasikan adanya racun, kenapa kita sebagai orang dewasa makan dan malah menikmatinya?

Pada dasarnya, hal tadi terjadi karena kita memang punya waktu untuk mengetahui kalau sayuran tidak akan membunuh kita, selain itu orang dewasa juga sudah membangun tolerance (batas toleransi) untuk rasa pahit melalui beragam pengalaman.

Di alam liar, kita suka melihat ketika hewan diberi sumber makanan baru, mereka tidak langsung memakannya dengan lahap, tetapi mencobanya sedikit demi sedikit dan memeriksa apakah ia memang bisa dicerna dengan baik oleh tubuh.

Apabila tidak ada efek samping, tak sedikit total percobaan yang mungkin hewan lakukan bisa mencapai 10 hingga 15 kali. Menariknya, orang dewasa juga cenderung melakukan hal ini.

Bedanya, anak tidak mempunyai tolerance yang banyak layaknya orang dewasa, 10 hingga 15 percobaan jarang kita temui pada anak. Itulah kenapa, ada beberapa anak yang langsung tidak menyukai sesuatu seperti rasa kopi, dark chocolate, atau bahkan teh sesaat setelah pertama kali mencicipi.

Paired Associative Learning

Terakhir, ada istilah Paired Associative Learning. Sederhananya, menghubungkan stimulus dengan respons spesifik. Contoh yang paling dasar adalah rasa sayuran dengan suatu feeling atau perasaan.

Anak, cenderung mengasosiasikan junk food dengan kandungan gula yang tinggi seperti es krim, kue, permen. Ingatannyapun identik dengan hal menyenangkan seperti pesta, liburan, pahkan seremoni atau hadiah. Sebaliknya, sayuran malah anak identikkan dengan makanan tak sedap, atau orang tua cerewet yang sedang memaksa buah hati untuk memakan sayur-sayuran.

Cara Mengatasi Anak tidak Mau Makan Sayur

Menyembunyikan sayuran di balik ragam hidangan tidak sepenuhnya membantu anak menyukai sayuran. Sebaliknya, hal tersebut mengajarkan anak bahwa sayur memiliki rasa yang pahit dan perlu untuk disembunyikan.

Hidangan

Agar Anak Mau Makan Sayur, Berkreasilah dengan hidangan sayuran yang anda buat!

Khusus untuk hidangan, ada 5 tips yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan nafsu makan si kecil terhadap sayuran:

  • Kurangi rasa pahit pada sayuran. Bukan berarti poin yang satu ini menjadi justifikasi parents menabur banyak garam, gula ataupun keju pada sayuran, tapi tambahan rasa seperti manis atau asin bisa menambah nafsu makan si kecil.
  • Buat hidangan menjadi lebih familiar. Contoh yang bisa kita lakukan adalah dengan memuat sayuran mentah dengan saus yang familiar dengan anak (saus cocolan khususnya). Wortel dengan saus keju? Kenapa tidak, dan masih banyak lagi.
  • Awali introduksi sayur-mayur dengan sayuran yang manis seperti wortel, jagung manis, kacang, dan juga kentang untuk menunjukkan kalau sayuran memang lezat.
  • Smoothie. Campuran sayur dan buah-buahan bisa menjadi jawaban untuk membantu anak menyukai hidangan berbau sayuran.
  • Coba plating dengan bagus dan cantik. Anak sangat menyukai hidangan dengan penampilan yang warna-warni.

Perilaku Orang Tua

Selain ke lima hal di atas, anda juga bisa melakukan ini agar si kecil sedikit demi sedikit belajar makan sayuran dengan lahap:

  • Ajak anak berbelanja, khususnya kebutuhan sayur-sayuran. Tunjukkan variasi warna pada sayur (karena anak memang suka hal warna warni), dan biarkan anak untuk memilih.
  • Biarkan anak ikut memasak di dapur. Selain mengajarkan bagaimana suatu hidangan disajikan, anak yang ikut memasak juga cenderung akan mencoba masakan buatan bersama.
  • Jangan jadikan hidangan sebagai hadiah ataupun hukuman. Anak yang sedang lapar cenderung bersedia makan hidangan sayuran ketika sayuran menjadi hidangan yang pertama kali disajikan. Dorongan yang tidak terlalu tegas juga dibolehkan dan lebih baik daripada mengomel.
  • Beri Contoh yang baik! Ketika anak melihat parents makan dan menikmati sayuran, anak juga tidak punya alasan untuk menumbuhkan impresi negatif mengenai sayuran.
  • Terus mencoba! Jangan meyerah ketika buah hati menolak mentah hidangan sayur yang anda sajikan hari ini. Untuk membiasakan si kecil dengan sayuran, 10 sampai 15 kali percobaan adalah nomor yang mayoritas orang tua dapatkan untuk benar-benar menentukan apakah memang dia suka atau tidak. Cobalah untuk menggabungkan sayur tersebut dengan hidangan yang si kecil suka. Dia akan suka ketika sudah biasa.

Oke itu dia tips ampuh Agar Anak mau makan Sayur. Apabila anda menyukai bahasan ini, jangan lupa tinggalin komen dan share pada orang di sekitarmu, flascokids undur diri, Have a beatiful day!