Flascokids – Untuk sebagian orang tua, ngemil tak ubahnya makan seperti pada umumnya. Tidak apa-apa, memberi cemilan bukanlah hal yang buruk untuk kita lakukan. Tapi, apa jadinya kalau anak malah lebih “doyan ngemil” daripada makan hidangan utama?

Nah, ketika mengetahui hal ini biasanya orang tua sudah terlalu telat. Pemberian cemilan selama kita lakukan dengan porsi yang pas dan jadwal yang tepat tidak akan memberi anak dampak yang negatif.

Aturan Anak Ngemil

anak doyan ngemil es krim

Kegiatan ngemil punya aturan alias Dos and Don’ts nya sendiri. Oke tanpa berlama-lama, ini dia hal yang sebaik dan tidak sebaiknya kita lakukan dalam me-manage kegiatan ngemil si kecil:

Jadwal Waktu Untuk Anak Ngemil

kentang goreng

Oke, hal pertama yang terbesit di benak kita pasti tertuju pada “Kapan”. Untuk anak yang sedang dalam masa active-school, tiga kali makan dan satu atau dua cemilan seharusnya sudah cukup. Pemberian camilan yang tidak terjadwal akan memicu perilaku makan yang buruk pada si kecil. Alhasil saat jam makan tiba, ia merasa kekenyangan dan akhirnya menolak makan siang atau makan malam.

Sediakan Camilan Yang Bernutrisi

Camilan bernutrisi ada banyak contohnya. Misalnya saja, buah kering. Banyak yang berpikir variasi buah kering memiliki kadar gula yang tinggi. Faktanya buah yang dikeringkan akan kehilangan kadar air dan kadar gula sampai kalorinya sehingga yang tersisa adalah kandungan yang super kayak akan serat, zat besi, dan antioksidan.

Ajak Anak ngemil Buah-Buahan

Meski tadi sudah membahas buah kering, buah pada umumnya juga bisa menjadi alternatif ngemil untuk si kecil. Ngemil tidak harus selalu makanan dalam kemasan. Kelebihan buah sendiri terletak pada jumlah kalori yang anak konsumsi. Saat si kecil merengek ingin ngemil, cobalah tawarkan ia pisang atau apel. Hal ini mendorong si kecil untuk tidak ngemil atas dasar bosan.

Buat camilan si kecil menarik dan bervariasi

granule

Tampilan yang menarik dapat meningkatkan nafsu makan si kecil. Hal ini berlaku juga dengan cemilan. Dengan memperhatikan step sebelumnya, camilan yang menarik juga dapat mengurangi ketetarikannya pada camilan kemasan.

Jangan ragu untuk bilang “Tidak boleh” atau “Jangan sekarang”

Saat anak merengek minta ngemil di luar jadwal yang telah kita tentukan, ajarkan si kecil untuk bersabar. Nah, seiring berjalannya waktu, orang tua juga bisa bereksperimen dengan melibatkan si kecil dalam proses “decision-making” perihal cemilan.

Simpan stok camilan di tempat yang sulit anak jangkau

Hindari menyimpan camilan di tempat yang bisa anak jangkau. Camilan yang dimaksud lebih ke cemilan yang tidak bergizi seperti permen atau keripik. Ada baiknya menyimpan camilan kemasan di tempat yang tidak bisa si kecil jangkau seperti upper-shelf.

Jangan biasakan anak minum minuman manis

Minuman berperisa, jus buah, susu kental manis dan minuman bersoda merupakan jenis minuman yang sebaiknya orang tua hindarkan dari genggam tangan si kecil. Di usianya yang masih dini, meminum air putih merupakan pilihan terbaik untuk si kecil.

Kesimpulan

Faktanya, anak memang membutuhkan cemilan. Secara ilmiah, cemilan berfungsi untuk mempertahankan gula darah yang stabil. Anak bisa lebih fokus, dan lebih lama bertahan saat bermain permainan yang membutuhkan intensitas fisik yang tinggi.

Masalahnya terletak pada frekuensi ngemil si kecil. Jika anak terlalu doyan ngemil, ada beberapa dampak buruk yang bisa terjadi:

  1. Asupan gizi dalam tubuh anak menjadi tak seimbang
  2. Beresiko terkena diabetes hingga hipertensi
  3. Alergi

Oke itu dia beberapa hal yang baik dan tidak sebaiknya kita lakukan dalam mengontrol nafsu ngemil si kecil. Memperhatikan frekuensi ngemil si kecil juga bagian dari mengontrol gizi yang baik untuk anak. Menurut bunda, apa lagi hal yang bisa kita lakukan untuk mengontrol nafsu ngemil si kecil? Tulis di kolom komentar yaa, See You~