Ini Dia Peluang Usaha Yang Dijamin Laris Di Bulan Ramadhan 2021!

Ini Dia Peluang Usaha Yang Dijamin Laris Di Bulan Ramadhan 2021!

Flascokids – Siapa sih yang ngga kangen sama bulan Ramadhan? Bulan yang penuh berkah ini, emang identik dengan masyarakat yang tiba-tiba membuka usaha dadakan. Yang ngga mau kalah, tentunya harus bersiap-siap membangun peluang usaha di bulan ramadhan.

Ngga mentok di usaha takjil aja, masih banyak peluang usaha lain di bulan ramadhan yang dapat menghasilkan pundi-pundi untukmu menghadap hari raya. Berikut adalah 7 peluang usaha yang bisa kamu lakukan di bulan suci ramadhan. Penasaran? Check this out!

Kurma

Oke, ngga klop sih puasa di bulan ramadhan tanpa buah mungil-manis yang satu ini. Sebenarnya, kurma juga masuk dalam kategori takjil. Meski begitu, kurma punya tempat tersendiri di hati para penikmat takjil ketika buka. Nah, memanfaatkan momentum yang memang sangat tepat, kurma bisa menjadi salah satu sumber pundi-pundi terbaikmu di bulan suci ramadhan.

Mengingat permintaan buah yang satu ini selalu melonjak di bulan ramadhan, tahap pertama buat kamu yang ingin memulai usaha kurma, carilah supplier yang menyediakan kurma dengan kualitas bagus dan harga yang bersaing.

Jangan lupain tanggal kadaluwarsanya juga yaa. Dan terakhir, cek pengemasannya apakah sudah mengikuti standar wadah food grade yang baik atau tidak. Jangan mentok menjajakan buah ini di satu tempat saja, kamu juga bisa menitipkan produk kurma di warung rumahan, penggiat parsel ataupun bazaar biar makin laris manis!

Katering

Menelisik perilaku masyarakat ketika buka, tidak sedikit dari mereka yang suka kelabakan dan tak sempat menyiapkan menu berbuka ketika puasa. Nah, memanfaatkan peluang ini kamu bisa membuka bisnis katering sebagai usaha di bulan suci ramadhan.

Apalagi kalau kamu memang hobi banget, momen ini bisa menjadi kesempatan emas buat kamu mendapatkan pundi-pundi tambahan. Hal pertama yang harus kamu lakukan, adalah riset pasar mengenai harga yang sesuai untuk produkmu.

Buatlah pilihan paket katering mingguan atau bulanan yang bisa dipilih sesuai preferensi konsumer. Kamu bisa menawarkan katering sahur dan berbuka dengan berbagai harga paket terjangkau dan menu makanan menarik.

Parsel Lebaran

Dah lebaran aja nih, padahal puasa aja belom kelar. Eits, jangan salah. Banyak dari kita yang senantiasa ancang-ancang menyiapkan parsel untuk keluarga di hari raya nanti.

Memanfaatkan kesempatan ini, kamu bisa membangun bisnis parsel dengan ragam isian menarik yang buat konsumen ngga mau ketinggalan. Isinya apa? Kue kering check, makanan ringan check, biskuit, dan lain sebagainya. Seperti biasa, jangan lupakan riset pasar terlebih dahulu biar ngga salah menentukan harga yang pas untuk parselmu!

Kue Kering

Kalo tadi parsel, sekarang kita lebih spesifik ke kue keringnya. Kue kering emang banyak banget jenisnya, mulai dari nastar, kue salju, dan lain sebagainya. Memang di awal bulan, kue kering tidak terlalu dicari. Tapi nanti, di penghujung bulan ramadhan, permintaannya bisa dijamin akan sangat melonjak.

Bisnis yang satu ini cocok banget buat kamu yang ahli membuat kue kering. Ngga perlu ahli sih, selama punya kesukaan dan tahu standar mana yang bisa diterima di pasar, ngga menutup kemungkinan bisnis yang satu ini bisa ngasih kamu pundi-pundi tambahan di bulan ramadhan.

Selanjutnya, kamu bisa menawarkan kue buatanmu ke kerabat, rekan kerja, keluarga atau bahkan tetangga. Percayalah, mereka akan senang ketika kamu menjajakan kue kering buatanmu.

Produk Kecantikan

Buat kaum hawa, ada dua hal yang akan diburu untuk memanjakan penampilan dan menyiapkan diri buat bulan ramadhan ataupun hari Raya. Kalau tidak busana yang cantik, pastinya produk kecantikan.

Pertimbangkan diri untuk menjadi reseller makeup atau skincare yang cukup umum di kalangan perempuan, seperti eye shadow, lipstik dan lain-lain. Kalau sudah yakin, jangan lupakan izim BPOM produk dan selalu analisis SWOT agar bisnismu bisa berjalan dengan lancar.

Perlengkapan Ibadah

Untuk beribadah, otomatis kita membutuhkan perlengkapan ibadah. Kelihatannya mungkin sepele, tapi akan berbeda ceritanya ketika kita berada di bulan ramadhan.

Perlengkapan ibadah disini banyak jenisnya. Yang pertama ada Al-Quran untuk kita baca sambil ngabuburit di masjid, sajadah untuk shalat teraweh, tasbih untuk wirid, baju koko; sarung; dan kopiah untuk kaum adam serta mukena yang wajib banget bagi kaum hawa.

Dari sekian banyak produk di atas, masa sih ngga ada yang nyangut satupun untuk konsumen atau mungkin teman, kerabat, dan keluargamu beli. Peluang bisnis yang satu ini sangat dan super duper tepat banget dijalankan di bulan suci ramadhan.

Terlebih menjelang hari raya. Mukena, baju koko merupakan bagian dari fashion. Ngomongin fashion, tentunya ngga itu-itu aja dong kan? Nah, inilah kesempatanmu mendulang uang tambahan di bulan yang berkah ini.

Busana Muslim

Terakhir ada busana muslim. Ngga bisa dipungkiri sih, bisnis yang satu ini memang menjadi salah satu primadona banget dan sangat menguntungkan di bulan ramadhan.

Ngga asing dong, kita lihat satu keluarga bermain ke kota cuma buat nyari busana baru. Tapi jangan salah, selain sudah menjadi tradisi, ada feel tersendiri di balik berburu busana muslim menjelang hari Raya. Apa sih busana muslim yang dimaksud? Buat cewek, bisa berupa gamis dewasa ataupun gamis anak, tunik, jilbab dan lain-lain.

Untuk mengawali peluang bisnis ini, kamu bisa memulainya dengan mencari terlebih dahulu trend pakaian yang lagi ngehits. Selanjutnya, cari supplier atau distributor yang tepat untuk kamu menyuplai produk yang ingin kamu jajakan.

Kalau udah dapet, ngga perlu nunggu lama, selama target pasarnya sesuai dengan circlemu, barang dijamin laris manis dan uang akan mengalir ke sakumu!

Menjadi Reseller dan Dropshipper di Flascokids

Di bulan suci Ramadhan, Flascokids juga ikut memeriahkan gemerlap berbagi kesempatan mendapatkan pundi-pundi uang dengan membuka lowongan Reseller ataupun Dropshipper.

Flascokids hadir memberikan solusi bisnis tanpa modal, tanpa biaya apapun untuk kamu yang sedang membutuhkan penghasilan.

Gak perlu stok barang, soal foto dan marketing leadpun semuanya sudah flascokids sediakan hanya untuk kamu. Yang kamu perlukan cuma kuota, dan niat untuk memulai perjalananmu menjadi reseller.

Apa sih keuntungan menjadi Reseller/Marketer/Dropshipper di Flascokids? Keuntungannyaa…. (Biar lebih jelas bisa cek aja langsung di gambar berikut:))

benefit menjadi agen/reseller/marketer/dropshipper di flascokids

Yuk tunggu apalagi, daftar menjadi reseller di Flascokids sebagai peluang usaha di rumah dengan cara klik Button di bawah ini. Cheers~

Bayi Menangis Terus? Bingung Harus Ngapain? Ikuti Tips Berikut Ini!

Bayi Menangis Terus? Bingung Harus Ngapain? Ikuti Tips Berikut Ini!

Flascokids – Menjengkelkan memang, ketika si kecil tidak mau berhenti menangis. Saat bayi menangis, bunda mungkin khawatir kehilangan ketenangan bunda, takut ada yang salah, dan lain sebagainya.

Hal lain yang mungkin terbesit di benak bunda adalah kekhawatiran kalau skill parenting bunda belum memadai untuk bisa menghandle situasi tersebut. Tapi bunda pasti bisa mengatasinya!

Kenapa Bayi Menangis?

Ada banyak alasan kenapa si kecil menangis, tapi salah satu yang patut bunda ingat adalah, menangis merupakan caranya untuk berkomunikasi. Menangis merupakan satu-satunya cara untuk si kecil menarik perhatian bunda dan mengekspresikan keinginannya.

Di fase-fase awal, apalagi buat ibu yang baru melahirkan, bukan perkara yang mudah untuk mengartikan ragam tangisan si kecil. Tapi seiring berjalannya waktu, bunda pasti terbiasa dan semakin mahir dalam mengenali dan memenuhi keinginannya.

Di bawah ini, ada beberapa alasan kenapa bayi menangis:

  1. Ngantuk dan capek
  2. Popoknya basah
  3. Lapar
  4. Stimulasi berlebih dari bising dan aktivitas di sekitarnya
  5. Alergi terhadap makanan
  6. Sakit
  7. Takut atau gelisah terhadap orang asing (buat dia).

Pertanyaan lain yang mungkin hinggap di kepala bunda, adalah apakah si kecil emang “masa bodo” alias tidak responsif?

Mayoritas bayi menggunakan tangisan untuk berkomunikasi dan tidak akan berhenti sampai orang tua atau pengasuh memenuhi atau minimal merespon keinginannya. Sebagian yang lain, bukannya menangis malah berbalik marah dan diam (kalau sundanya mah “baeud” bun) hingga akhirnya gagal menunjukkan perasaannya.

Nah loh. Kalau bunda pikir-pikir lagi, pasti ngga asing dong dengan kasus di atas? Bahkan sebagian dari kita yang udah dewasa terkadang berperilaku seperti itu ketika dihadang kesulitan.

Bayi yang tidak responsif mungkin tampak seperti bayi yang penurut. Tapi, bayi yang tidak merespon apapun yang kamu atau lingkungan berikan, mungkin benar-benar membutuhkan bantuan. Apalagi ini terjadi, hubungi segera dokter anak bunda yaa!

Mengatasi Bayi Yang Tidak Responsif dan Sering Menangis

Bunda menyadari kalau bayi yang satu dengan lainnya pasti berbeda satu sama lain. Tapi, realitanya masih tetap bisa menjadi pukulan telak, terlebih ketika bunda mendengar orang tua lain berkicau mengenai betapa mudahnya anak mereka tidur dengan damai menjelang malam.

Belajar dari sana, alangkah baiknya bunda menghindari perbandingan macam kasus di atas atau ekspektasi berlebih yang lain. Alasannya, karena hal tersebut hanya melahirkan perasaan negatif terkhusus apabila bunda memiliki bayi yang cukup “menantang” alias challenging.

Untuk situasi-situasi yang stressful, seperti ketika si kecil tidak mau berhenti menangis atau tidak merespon pada bunda, dan juga ketika bunda merasa frustasi, capek, dan marah – bunda perlu meracik strategi khusus untuk mengatasi diri.

Ketika tenang, bunda bisa dengan lebih baik mencari tahu apa yang terjadi dengan si kecil dan cara untuk menenangkannya.

Kondisi Mental Bunda

Berikut ini, ada beberapa hal yang musti bunda perhatikan berkenaan dengan kondisi mental bunda ketika menghadapi tangisan anak:

Ketahui batasanmu. Kenali tanda-tanda apabila bunda kewalahan. Lebih cepat bunda menemukan limit bunda, akan semakin mudah pula bunda menyiasati rencana, untuk support, break atau istirahat, refreshing, atau curhat dengan suami ataupun teman dekat. Langkah ini bisa membantu bunda membangun kondisi mental yang baik dalam merawat bayi.

Waktu. Mayoritas, tangisan bayi memuncak hingga 6 minggu dan secara bertahap akan mereda. Intinya, bunda tak perlu khawatir tangisannya takkan berhenti. Bertahanlah dan semuanya akan menjadi lebih baik.

Cari support. Apabila memungkinkan, mintalah bantuan di waktu-waktu tersibuk bunda. Jangan tolak bantuan seseorang untuk, misalnya membantu pekerjaan rumah, memasak, atau mengasuh si kecil. Berbaurlah dengan sekelompok bunda-bunda lainnya dan keluarlah dari rumah apabila sempat. Sadar akan adanya backup dari orang di sekitar bisa menciptakan perbedaan yang kentara.

Tak perlu sempurna. Parenting ngga melulu soal kesempurnaan. Ngga mungkin juga, bunda bisa hadir menemani si kecil, terus memerhatikannya, terkhusus untuk bayi yang menangis, hampir 24 jam per hari. Para ahli menaksir, memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan bayi setiap harinya sudah cukup untuk membangun bonding yang sehat dengan si kecil. Jangan paksa diri melakukannya seharian. Alangkah baiknya, cobalah untuk relaks dan nikmati waktu bunda ketika si kecil sedang tidak menangis.

Tips Menenangkan Bayi

Berikut ini, ada beberapa tips yang bisa bunda gunakan untuk menenangkan bayi yang sedang menangis. Mungkin akan membutuhkan waktu dan kesabaran, tapi dengan terus berlatih bunda pasti tahu tips mana yang bekerja untuk si kecil dan mana yang tidak:

  • Bedong si kecil. Oke, siapa sih yang ngga tahu cara membedong anak? Gunakan selimut atau kain bedong yang lebar dan tipis untuk membantunya merasa aman.
  • Pangku anak untuk membantu pencernaannya dengan posisi anak menyender ke sisi kiri badan. Usap dengan lembut punggungnya. Apabila si kecil tertidur, ingat selalu untuk baringkan ia di tempat tidur dalam posisi terlentang.
  • Putar suara atau lagu yang menenangkan. Suara yang mengingatkannya ketenangan ketika di dalam rahim bisa membantu, seperti senandung hingga rekaman suara detak jantung.
  • Gendong bayi dan bergeraklah dengan lembut. Seperti step sebelumnya, gerakan yang menenangkan dapat mengingatkan bayi gerakan saat berada dalam rahim.
  • Hindari memberi makan anak secara berlebihan karena hal tersebut dapat membuatnya tak nyaman. Cobalah untuk menunggu 2 hingga 2,5 jam pada sesi awal menyusui menuju sesi selanjutnya.
  • Jika bukan saatnya untuk si kecil menyusui, tawari ia dot atau bantulah si kecil menemukan jarinya. Banyak bayi akan lebih tenang ketika menyedot sesuatu.
  • Apabila sensitifitas makan merupakan penyebab ketidaknyamanannya, perubahan pada pola makan si kecil pasti membantu.
    • Untuk bayi menyusui, bunda bisa mencoba mengganti diet si kecil dengan mengurangi produk susu untuknya. Apabila tidak ada perbedaan, lanjutkan perubahan tersebut.
    • Untuk bayi yang diberi susu botol, tanya dokter apabila si kecil bisa mencoba formula lain. Hal ini telah terbukti membantu untuk sebagian anak.
  • Tulis catatan untuk mengingat kapan si kecil terbangun, tertidur, makan dan menangis. Ingat juga berapa lama anak makan atau menangis. Konsultasilah pada dokter mengenai kebiasaan si kecil untuk memastikan adanya masalah, berhubungan dengan pola tidur atau makannya.
Begini Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak!

Begini Cara Mengajarkan Toilet Training Pada Anak!

Flascokids – Teruntuk bunda yang belum tahu, toilet training merupakan proses pelatihan kontrol kantung kemih dan buang air besar pada seseorang, khususnya anak. Ada banyak sekali hal yang harus bunda perhatikan dan persiapkan dalam melakukan toilet training ini.

Penasaran? Simak informasinya berikut ini!

Tanda Anak Siap Toilet Training

Bunda mungkin telah melihat tanda-tanda si kecil siap untuk toilet training di umurnya yang menginjak 2 tahun. Beberapa anak menunjukkan tanda ini di umur 18 bulan, dan sebagian lainnya bahkan di usia lebih dari 2 tahun.

Anak mungkin sudah siap toilet training apabila:

  • dapat berjalan dan duduk untuk waktu yang singkat
  • mulai mandiri, termasuk lebih sering menolak alias bilang “tidak”
  • mulai tertarik mengamati orang lain masuk ke toilet
  • mempertahankan popok yang kering hingga 2 jam
  • mulai memberi isyarat pada bunda ketika popoknya basah (BAK dan BAB)
  • mulai tidak menyukai popok, seperti mencoba melepasnya ketika popok basah
  • mampu buang air besar dengan teratur
  • dapat menarik celana ke atas ataupun ke bawah
  • mampu mengikuti instruksi singkat seperti “lempar bolanya ke bunda”.

Tidak semua tanda di atas harus terjadi ketika si kecil siap.

Peralatan Untuk Toilet Training

Potty atau Toilet

Anak-anak bisa memulai toilet training menggunakan potty atau toilet biasa. Si kecil mungkin lebih suka potty daripada toilet atau sebaliknya. Dua-duanya tidak masalah, atau bunda juga tidak perlu sungkan mendorongnya untuk suka pada keduanya.

Potty mudah untuk dipindahkan, dan beberapa anak melihatnya tidak “semenakutkan toilet”. Di sisi lain, toilet yaa toilet, tempat setiap orang melakukan BAB dan BAK.

Jika anak Anda akan menggunakan toilet, Anda juga memerlukan:

  • tangga atau footstool –anak dapat menggunakan ini untuk masuk ke toilet dan mengistirahatkan kaki mereka sambil duduk
  • kursi kecil yang pas dalam kursi toilet besar.

Training Pants

Anak akan lebih mudah memahami toilet training apabila ia sudah tidak lagi mengenakan popok. Dari sana, mungkin sudah waktunya si kecil mengenakan training pants.

Training pants sendiri merupakan pakaian dalam yang bersifat menyerap khusus untuk toilet training. Ia memang tidak sebaik popok dalam serapannya, tapi tetap mampu menahan hal sebesar BAB yang tidak disengaja.

Jangan lupa apabila anak mulai mengenakan training pants, dandani anak dengan pakaian yang mudah untuk dilepas.

Celana Dalam

Terakhir, bunda juga bisa membiarkan anak untuk memilih celana dalamnya sendiri. Menyudahi penggunaan popok merupakan langkah yang besar untuk si kecil. Rayakanlah untuk memudahkan transisi tersebut.

Mempersiapkan Anak Untuk Training Toilet

Siapkan beberapa hal di bawah ini sebelum memulai toilet training pada si kecil:

  • Mulai ajari anak beberapa kata untuk pergi ke toilet – misalnya, “pipis”, “buang air” atau “toilet”.
  • Ketika bunda mengganti popok si kecil, masukkan popok basah dan kotor ke dalam potty – hal ini dapat membantu anak memahami untuk apa potty itu.
  • Biarkan anak mengamati bunda atau anggota keluarga terpercaya lainnya saat menggunakan toilet, dan jelaskan apa yang sedang bunda lakukan.
  • Sekali atau dua kali sehari, mulailah kenakan training pants pada si kecil – hal ini dapat membantu si kecil memahami perasaan basah.
  • Pastikan anak memakan banyak serat serta minum banyak air, sehingga si kecil tidak sembelit. Sembelit sendiri dapat menyebabkan toilet training lebih sulit.

Toilet Training Pada Anak

Akan sangat baik apabila bunda memulai toilet training ketika sedang tidak memiliki perubahan atau kegiatan atau peristiwa besar dalam kehidupan keluarga. Perubahan yang dimaksud seperti pergi berlibur, menitipkan anak, hingga kedatangan bayi baru ataupun pindah rumah.

Dan akan lebih baik lagi untuk memulai toilet training saat bunda tidak memiliki rencana untuk meninggalkan rumah.

Kapan waktunya membawa anak ke toilet?

  • Cobalah jadikan kegiatan ke toilet sebagai bagian dari rutinitas si kecil setiap harinya. Misalnya, dorong anak untuk menggunakan potty atau toilet di pagi hari, dan sebelum atau sesudah makanan ringan atau makan besar.
  • Dorong si kecil untuk pergi ke toilet ketika mereka menunjukkan tanda-tanda seperti menggelia-geliat, mondar-mandir, dan lain-lain. Tapi jangan paksakan si kecil untuk pergi.
  • Tanya si kecil apakah ia ingin pergi ke toilet atau tidak ketika ia berganti kegiatan. Misalnya, bunda dapat mengingatkan anak untuk pergi ke toilet sebelum mereka duduk untuk makan siang.
  • Jika si kecil tidak pipis atau buang air setelah 3-5 menit duduk di potty atau toilet, biarkan ia turun. Akan sangat baik apabila anak tidak duduk di toilet terlalu lama, karena hal tersebut hanya akan terasa seperti hukuman untuk si kecil.

Cara Mendorong Anak

  • Pujilah anak karena berani mencoba. Secara bertahap, kurangi pujian tersebut saat si kecil mulai menguasai setiap bagian dari runtutan proses.
  • Jika si kecil telat ke toilet, cobalah untuk tidak frustrasi. Bersihkan saja tanpa berkomentar atau “memulai” keributan.

Cara Mendandani Anak (Mengenakan Pakaian)

  • Mulai gunakan celana dalam atau training pants sepanjang waktu. Gunakan popok hanya di malam hari dan selama tidur di siang hari.
  • Beri si kecil pakaian yang mudah dilepas – misalnya, celana panjang dengan pinggang elastis. Saat cuaca lebih hangat, bunda bisa membiarkan anak mengenakan celana dalam ketika berada di rumah.

Cara Menjaga Anak Tetap Bersih dan Higienis

  • Bersihkan anus anak sampai si kecil memahami caranya. Ingatlah untuk selalu menyekanya dari depan ke belakang, terutama untuk anak perempuan.
  • Ajari anak (laki-laki) untuk membasuh penisnya setelah pipis untuk menyingkirkan sisa tetesan. Di awal toilet training, bunda bisa mengapungkan bola pingpong di toilet untuk anak bidik. Atau mungkin, si kecil lebih suka duduk untuk pipis.
  • Ajari si kecil untuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet.

Bepergian Saat Toilet Training

Akan lebih muda bagi bunda untuk stay dulu beberapa hari ketika si kecil melakukan toilet training. Meski begitu, selalu ada saat dimana bunda memang mau ngga mau harus keluar.

Kemanapun bunda pergi, alangkah baiknya bunda selalu memastikan lokasi toilet terdekat. Lebih baik lagi kalau bunda menyisihkan celana dalam dan baju cadangan untuk si kecil ketika bepergian. Jangan lupa sediakan juga kantung plastik atau kantung tahan air untuk pakaian basahnya nanti.

Terakhir, apabila si kecil mengikuti kegiatan yang membuatnya jauh dari bunda atau sebaliknya, pastikan siapapun yang bertanggung jawab padanya tahu kalau si kecil sedang melakukan toilet training.

Si kecil mungkin akan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk menggunakan toilet atau potty.

Tantangan

Anak mungkin marah karena beberapa hal, mulai dari kecelakaan hingga kemunduran progres. Jika ini terjadi, pastikan si kecil tahu bahwa hal tersebut tidak masalah dan ia tidak perlu khawatir.

Berikut ini merupakan tips-tips untuk menghindarinya:

  • Jika bunda yakin si kecil belum pipis atau buang air besar dalam beberapa saat, ingatkan kalau ia mungkin membutuhkannya. Anak Anda mungkin terlalu sibuk melakukan aktivitas untuk pergi ke toilet.
  • Periksa apakah si kecil ingin pergi ke toilet saat waktu bermain yang lama atau sebelum jalan-jalan. Jika ia tidak ingin pergi, maka tak apa-apa.
  • Cobalah pastikan toilet atau potty mudah dijangkau dan digunakan.
  • Mintalah si kecil untuk pipis dahulu sebelum tidur.

Memastikan Si Kecil Tetap Kering Semalaman

Butuh waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk anak bisa tetap kering semalaman.

Ciri utama kalau si kecil mampu kering semalaman adalah popoknya yang kering ketika pagi menjelang. Ketika bunda mulai melihat ini sebagai rutinitas, bunda bisa berhenti memakaikan anak popok di malam hari.

Bedwetting merupakan hal yang umum, bahkan pada anak-anak usia sekolah. Jika si kecil ngompol di tempat tidur, ada ragam hal yang bisa bunda lakukan ketika bunda atau si kecil siap.

Anak akan belajar cara menggunakan toilet seiring berjalannya waktu. Butuh waktu berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Dan BAB akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk adaptasi dibandingkan dengan pipis.

Pada akhirnya si kecil pasti bisa buang air sendiri. Pasti. Jadi, bunda stay positive aja dan fokus pada pelatihannya. Stres dan tekanan, baik untuk si kecil atau bunda sendiri hanya membuat diri menjadi kesal dan jengkel, dan takutnya anak juga malah jadi menghindar dari toilet training.

Bingung Kenapa Anak Tidak Mau Mendengar Bunda? Ini Dia Jawabannya!

Bingung Kenapa Anak Tidak Mau Mendengar Bunda? Ini Dia Jawabannya!

Flascokids – Apakah anak tidak mau mendengar apa yang bunda katakan atau bahkan secara terang-terangan tidak menghiraukan bunda sama sekali? Apakah bunda harus mengulang ini dan itu hingga bunda sendiri capek dan jengkel dengan si kecil?  

Apabila bunda bingung kenapa anak tidak mau mendengar, berikut ini merupakan beberapa alasan yang mungkin terjadi dan beberapa tips untuk menanganinya!

Bunda Terlalu Banyak Bicara

Stay brief alias jangan bertele-tele dan tetap berpegang pada satu poin yang ingin bunda sampaikan bisa menjadi senjata yang ampuh ketika berkomunikasi dengan anak.

Menumpahkan beragam hal untuk anak lakukan, seperti mengerjakan pekerjaan rumah atau mengingatkan si kecil berbagai hal ketika bersiap-siap ke sekolah, bisa membuat anak kebingungan mengingat hal yang harus mereka lakukan.

Begitu juga ketika bunda memakai bahasa yang tidak sesuai dengan usianya (istilah-istilah kompleks) serta bertele-tele dalam menjelaskan suatu hal. Kedua hal tadi hanya makin memperkeruh pesan yang ingin bunda sampaikan.

Singkat, padat, jelas dan spesifik sangat penting bagi anak-anak yang cenderung memiliki rentang perhatian yang pendek.

Si Kecil Sedang Fokus Pada Hal Lain

Seringkali, anak sangat berkonsentrasi pada sesuatu yang mereka lakukan, mau itu menonton acara favorit atau film, hingga pada titik tidak mendengar bunda sama sekali. Anak-anak, seperti halnya orang dewasa, bisa benar-benar asyik pada suatu hal.

Cobalah lihat sisi positifnya (si kecil membangun keterampilan konsentrasinya) dan mintalah perhatian penuh dengan pergi kepadanya dan berbicara dengannya secara tatap muka.

Beri anak waktu untuk bertransisi dari aktivitas yang tengah sibuk ia lakukan dengan apa yang bunda minta.

Anak Sedang Melakukan Hal Lain

Yang satu ini kadang terjadi — bunda sibuk menyiapkan makan dan ingin mengingatkan anak untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya lalu bunda berteriak kepadanya dari seberang ruangan atau di seberang rumah.

Tetapi jika memungkinkan, cobalah untuk membiasakan diri pergi kepadanya dan berbicara dengannya secara langsung. Kemungkinan anak mendengarkan bunda meningkat secara tajam jika bunda memperhatikannya ketika membuat permintaan.

Bilang Tanpa Perlu Meminta

Ada garis tipis antara blak-blakan bilang, “Ambil mainannya sekarang!!” dengan kalimat “Bisa ambil mainannya ngga dek?”. Condong pada satu di antara keduanya hanya meninggalkan hasil yang sama, yaitu anak tidak mau mendengar.

Salah satu kesalahan awam yang sering orang tua lakukan ketika memberi instruksi pada anak adalah meminta bukannya menyuruh si kecil. Ketika bunda meminta anak untuk melakukan sesuatu, secara tidak langsung bunda menyiratkan kalau si kecil punya kesempatan untuk bilang “Nggak mau”.

Bunda Ngga Konsisten

Ketika bunda menyuruh anak untuk membereskan mainannya berkali-kali tapi tidak dibarengi dengan konsekuensi, kemudian si kecil mengabaikannya, bunda secara terang-terangan hanya mengajarkan si kecil cara mengabaikan bunda.

Bunda Hanya Mengkritiknya Saja

Enak ngga sih ketika bunda kena sembur kritik dan bunda mau ngga mau harus memerhatikan apa yang diucapin orang tersebut? Hal yang sama berlaku pada si kecil.

Apabila bunda secara terus-menerus memberikan aura negatif seperti bilang, “Bunda bingung banget kenapa adek ngga mau dengerin bunda!”, secara natural, yaa anak juga akan mengabaikan bunda.

Anak Tidak Makan Seperti Biasanya? Ikuti Tips Berikut Ini!

Anak Tidak Makan Seperti Biasanya? Ikuti Tips Berikut Ini!

Flascokids – Banyak parents yang khawatir apakah si kecil sudah makan makanan sehat yang cukup atau tidak. Anak tidak makan seperti biasanya, rewel dengan makanannya, atau bahkan makan dalam jumlah yang super mini memang lazim kita temui pada fase ini.

Pada balita, semuanya terjadi karena beberapa alasan:

  • Nafsu makan anak bervariasi tergantung pertumbuhan dan variasi aktivitas yang ia lakukan.
  • Balita tidak tumbuh secepat bayi, sehingga mereka membutuhkan makanan yang lebih sedikit.
  • Balita memiliki perut kecil.
  • Karena anak memang sedang dalam fase eksplorasi, mereka memiliki rentang perhatian yang pendek, salah satunya terhadap makanan.
  • Balita ingin mendorong batasan diri dan menunjukkan seberapa mandiri mereka sendiri.

Yang perlu bunda tahu, anak bisa menyukai satu jenis hidangan hari ini dan berbalik menolaknya di kemudian hari. Perilaku itu memang sudah biasa. Ia juga anak jadikan bukti seberapa mandirinya mereka.

Cara Menangani Nafsu Makan Anak Yang Naik Turun

Jika si kecil tidak mau makan atau tidak makan makan sampai habis, bunda bisa mencoba mengurangi porsi makannya. Normal bagi balita untuk hanya membutuhkan porsi kecil saat makan.

Jangan lupa, hindari memaksa anak untuk menyelesaikan semua yang ada di piring, karena hal ini hanya membuat waktu makan menjadi stres. Sebaliknya, pujilah si kecil karena berani mencoba sesendok atau minum air, jika hanya itu yang mereka inginkan.

Pada waktu-waktu lain di antara waktu makan, bunda dapat menawarkan camilan sehat pada si kecil. Dengan ini, anak akan tetap bertenaga meski hanya makan dalam jumlah yang kecil.

Selama bunda menawarkan makanan sehat, tak perlu khawatir jika si kecil tidak makan sebanyak biasanya. Anakmu ngga akan kelaparan. Anak-anak sebenarnya sangat pandai menilai berapa banyak makanan yang mereka butuhkan.

Daripada menilai seberapa besar nafsu makannya hari ini, cobalah ganti formatnya menjadi seberapa besar nafsu makannya minggu ini. Tak apa-apa jika si kecil makan lebih sedikit hari ini – ia mungkin akan lebih lapar di kemudian hari.

Tips Mencoba Hidangan Baru Untuk Si Kecil

Bunda mungkin berpikir kalau si kecil memang pada dasarnya rewel dan hanya ingin makan satu atau dua makanan tertentu saja.

Tapi, kadang-kadang balita akan mencoba makanan baru jika bunda terus mencobanya. Berikut ini, beberapa ide yang mungkin bisa membantu:

Ciptakan Lingkungan Makan Yang Positif

  • Jadikan waktu makan bersama sebagai acara (keluarga) yang teratur dan menyenangkan. Duduk dan makanlah bersama si kecil setiap kali ada kesempatan.
  • Tunjukkan padanya betapa bunda menikmati makanan yang telah disiapkan.
  • Libatkan anak dalam membantu mempersiapkan dan memasak makanan keluarga.
  • Tawarkan hidangan baru ketika bunda dan si kecil santai, dan anak tidak terlalu lelah atau terganggu oleh hal-hal lain.
  • Tetapkan batas waktu sekitar 20 menit untuk makan. Jika si kecil belum makan sedikit pun, bawa pergi makanan yang ia abaikan dan jangan tawarkan makanan ringan atau makanan alternatif.
  • Hindari menghukum si kecil karena menolak mencoba makanan baru. Hal ini dapat mengubah pandangannya dalam mencicipi hidangan baru sebagai hal yang negatif.
  • Hindari menghadiahi anak hanya agar mereka mau makan makanan yang sehat. Hal ini dapat membuat si kecil jauh lebih tertarik pada hadiah daripada makanan sehat, dan memperkuat pesan bahwa makan makanan sehat adalah tugas rumahan pada umumnya (seperti ngepel).

Sajikan Hidangan Baru

  • Terus tawarkan si kecil makanan baru. Anak-anak membutuhkan 10-15 percobaan untuk menerima dan menikmati makanan baru.
  • Sajikan si kecil makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. Anak akan mendapatkan manfaat nutrisi dari berbagai makanan, dan menerima selera dan tekstur baru sebagai hal yang ‘normal’.
  • Tawarkan makanan baru dari (bahan) hidangan yang sudah diketahui dan disukai anak.
  • Jika si kecil menolak sesuatu, cobalah tawarkan lagi dalam seminggu atau lebih. Minat makan anak pada makanan dapat berfluktuasi dengan cepat.

Ikuti Apa Yang Si Kecil Inginkan

  • Biarkan anak menyentuh, menjilat, dan bermain dengan makanan, dan jangan aneh kalau semuanya akan terlihat berantakan seiring ia belajar makan
  • Biarkan anak makan sendiri, dan beri si kecil bantuan jika diperlukan.
  • Jika anak kehilangan minat, atau tampak lelah, rewel atau tidak sehat, ambil makanannya.

Setelah bunda menemukan hidangan yang disukai anak, akan menjadi hal yang cukup menggoda untuk terus menyajikannya.

Tetapi, anak perlu makan berbagai macam makanan untuk mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Jadi, penting untuk terus menawarkan si kecil ragam hidangan yang berbeda.

Tawarkan berbagai makanan bergizi sesuai ketentuan empat sehat lima sempurna yang kita kenal. Cobalah berkreasi – tunjukkan kepada si kecil bahwa bunda bersedia memasak hidangan baru dan siap untuk menikmatinya juga.

Makanan keluarga yang sehat dan lingkungan makan yang mendorong sikap positif terhadap makanan sehat merupakan awal yang bagus untuk tumbuh kembang si kecil.

Bingung Mengajarkan Anak Tidur Di Kamar Sendiri? Ikuti Tips Berikut Ini!

Bingung Mengajarkan Anak Tidur Di Kamar Sendiri? Ikuti Tips Berikut Ini!

Flascokids – Sebagian anak memang tumbuh dengan tidur bersama orang tua. Kebiasaan ini ngga serta-merta menghilang ketika ia tumbuh besar. Mengajarkan anak tidur sendiri mungkin bisa jadi mimpi buruk baru buat bunda.

Engga se-horror itu sih, tapi bagi sebagian (dari kita), kena sikut di muka atau tendang di wajah memang bukan hal yang “kondusif” saat istirahat malam. Membiarkan anak tidur bersama juga bisa memengaruhi hubungan bunda dengan pasangan.

Meyakinkan anak untuk tidur sendiri bisa jadi tantangan tersendiri. Antara si kecil menolak untuk tidur di kamarnya atau berakhir mengendap-endap ke kamar bunda di tengah malam. Anak yang seperti ini, biasanya teguh dengan pendiriannya.

Untungnya nih bun, ada beberapa tips yang bisa bunda lakukan untuk membiasakan si kecil tidur sendiri. Penasaran? Check tipsnya berikut ini!

Buat Kamar Si Kecil “Sleep-Friendly”

Sebelum bunda mengajak anak untuk belajar “uji-nyali” di kamar, pastikan dulu kamarnya sleep-friendly. Kamar yang menenangkan dapat menurunkan rasa takutnya dan meningkatkan kualitas tidur anak.

Lingkungan yang menenangkan ini, berbeda-beda pada setiap anak. Anak yang satu mungkin lebih suka suasana yang gelap, sedangkan yang lain lebih suka ditemani boneka dengan cahaya redup di sekitar ruangan.

Intinya, bunda bisa bereksperimen mencari setup yang pas untuk membuatnya relaks di kamar. Mengurangi rasa takut di malam hari bisa menjadi kunci untuk membuatnya tidur mandiri.

Ciptakan Ekspektasi Yang Jelas

Oke, masih belum ke tahap “menyeret” si kecil tidur di kamar yaa. Pertama, bicaralah dengannya mengenai perubahan kebiasaan tidur yang akan dilaluinya.

“Ade udah tidur di kamar bunda dari minggu kemarin loh. Malem ini, ade tidur di kamar dede lagi yaa.” Buat ia nyaman. Daripada bilang “Ade ngga usah takut,” cobalah ganti dengan “Bunda tahu ade takut, tapi bunda percaya kok ade kuat tidur sendiri meski takut sekalipun.”

Terdengar seperti naskah sinetron memang, tapi percayalah bahwa ucapan bunda ini dapat menjadi motivator yang kuat buat si kecil tidur sendirian. Terakhir, jelaskan padanya bahwa bunda memang punya ekspektasi yang tinggi (berharap) kalau si kecil bisa stay di kamarnya semalaman.

Lakukan Perlahan-Lahan

Kalau si kecil sedari dulu memang sudah sering tidur di kamar bunda, pastinya anak membutuhkan bantuan untuk menjalani transisi tersebut. Buatlah rencana yang bersifat step-by-step. Artinya, bunda ngga tiba-tiba menyuruhnya tidur langsung di kamarnya sendiri.

Contoh yang paling sederhana, bunda bisa menerimanya tidur di kamar, asalkan ia tidur di atas matras di lantai. Atau, bunda bisa tidur di kamar si kecil hingga ia cukup nyaman dengan kamarnya sendiri. Setelah itu, ia bisa bertransisi perlahan-lahan untuk tidur mandiri.

Bangunlah Rutinitas Tidur Yang Sehat

Rutinitas tidur yang sehat bisa membantunya mendapatkan kualitas tidur yang baik. Mandi hangat, cerita menjelang tidur atau dekapan penuh kasih sayang dari bunda bisa membantunya tidur di kamar sendirian.

Lalu, saat lampu siap dimatikan, tinggalkan ruangan supaya ia bisa berlatih untuk tertidur sesuai keinginannya sendiri.

Konsistenlah Dalam Membiasakan Anak Tidur Sendiri!

Ngobrolin konsistensi dalam topik yang satu ini sebenernya kayak paradox gitu. Bunda konsisten setiap malam mengembalikan si kecil ke kamarnya saat ia mengendap-endap tidur bareng bunda di tengah malam.

Tapi, hanya dengan satu malam yang melelahkan, semuanya bisa hancur dan bukannya konsisten, bunda malah balik square one alias ke awal lagi.

Jangan tunjukkan bahwa kamu bisa dimanipulasi oleh kegigihannya melawan dan tidak mau tidur di kamarnya sendiri. Jangan lelah mengembalikannya ke kamar dan jangan pula mencari-cari alasan bahwa ia bisa tidur di kamar bunda karena ia lelah atau karena hari bunda sama-sama melelahkan.

Memberi pesan yang tidak pasti hanya akan memperpanjang masalah yang ada!

Berilah Perhatian Yang Positif

Berilah si kecil hadiah atas pencapaiannya tidur mandiri. Balita dan Anak Prasekolah akan suka dengan stiker. Berbeda dengan balita, anak yang lebih tua mungkin akan lebih termotivasi dengan sistem token.

Bilanglah pada si kecil, “Dede dapet 2 token buat kemarin malam yaa,” setelah mengumpulkan cukup banyak, ada banyak hadiah yang bisa ia pilih nantinya, seperti es krim atau izin untuk main gadget dengan waktu tambahan.

Jangan lupa untuk menyisipkan pujian atas pencapaiannya untuk menegaskan kalau bunda memang senang dengan progres dari si kecil.

Selesaikan Masalah Ini Secara Proaktif

Bunda mungkin akan menjumpai beberapa masalah ketika membiasakan si kecil untuk tidur di kamarnya. Ada satu waktu dimana si kecil mengendap-endap ke kamar tanpa bersuara sedikit pun sehingga bunda tidak mendengarnya datang (yang mana dalam kasus ini, bunda bisa dengan mudah mengatasinya dengan memasang lonceng di pintu kamar).

Atau mungkin, bunda sedang mengandung bayi baru dan si kecil tidur di kamar bunda karena ia iri dengan saudara barunya. Nah, kalau masalahnya seperti ini, berilah ia ekstra waktu bersama di siang hari untuk membantunya mendapat perhatian yang ia butuhkan.

Apabila progres ngga maju-maju (regresi), atau bunda mendapat masalah yang menghalanginya mencapai progres yang diharapkan, mundurlah satu langkah ke belakang. Usut tuntas potensi masalah yang menyebabkan kemunduran ini dan carilah solusinya seefektif mungkin.