Inilah Bisnis Tanpa Modal 2021 untuk Ibu Rumah Tangga

Inilah Bisnis Tanpa Modal 2021 untuk Ibu Rumah Tangga

Bisnis Tanpa Modal 2021 – Hallo sahabat Flascokids pada pembahasan kali ini disnis saya akan memberikan ilmu atau pengetahuan khususnya kepada ibu rumah tangga yang ingin melakukan usaha online atau bisnis tanpa modal sepeserpun ketika di masa pandemik ini. Untuk itu mohon disimak dengan baik – baik ya bund :-).

Apasih kira – kira Bisnis Tanpa Modal 2021 sekarang ini?


Apasih kitra - kira Bisnis Tanpa Modal 2021 sekarang ini?
Bisnis Tanpa Modal 2021

Jawabannya adalah menjadi seorang pengusaha Reseller.

Ya, menjadi reseller atau menjalankan bisnis dropshipper menjadi marak dilakukan, apalagi dengan berkembangnya bisnis online selama pandemi ini.

Kalau kamu merupakan seorang pemula dalam menjalankan bisnis, reseller atau dropshipper sangat direkomendasikan.

Pasalnya, dua bisnis ini dinilai memiliki modal yang kecil, dan juga resiko kerugiannya juga rendah.

Tak hanya itu, menjadi reseller dan dropshipper juga lebih mudah dilakukan karena kamu tidak secara langsung melakukan produksi produk.

Belanja Produk Flascokids

Jual Baju Anak Setelan Defana Dress Flascokids
Jual Baju Daster Wanita Homedress Bahan Viscose
Jual Legging Wudhu Premium Murah

Adapun keduanya walaupun sama-sama menjual produk lain, tapi berbeda cara kerjanya.

Dengan menjadi reseller, kamu biasanya harus menyetok beberapa produk dulu sebelum dijual.

Nah, dengan menjadi dropshipper, kamu bisanya hanya bertugas mempromosikan barang, jika nantinya ada pembeli kamu akan meneruskannya ke supplier.

Setelah melakuan pembayaran, supplier akan mengirimkan produk ke pelanggan, dengan mencantumkan namamu sebagai penjual.

Bagaimana Caranya Menjadi Seorang Reseller atau Dropshipper?


Bagaimana Caranya Menjadi Seorang Reseller atau Dropshipper?
Menjadi Reseller atau Dropshipper

Untuk menjadi seorang Reseller atau Dropshipper yang sukses berikut ini adalah poin poinnya yang harus diperhatikan:

Pilih Produk dan Partner yang Tepat


Pilihan produk yang tepat mengantarkan Anda pada konsumen yang banyak. Partner dropship / supplier barang yang tepat juga akan melancarkan bisnis Anda.

Namun, akui saja, sangat sulit untuk menentukan produk dan supplier yang tepat. Sebab, tak ada ukuran pasti mana yang pas untuk bisnis. Jadi, seringkali kesemuanya tergantung pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Walaupun begitu, kami akan coba memberi sedikit panduan untuk membantu Anda memilih produk untuk dropship. Berikut poin-poin yang kami maksud:

  • Pilih barang-barang yang punya satu niche. Terlalu banyak barang dengan niche beragam hanya akan membuat Anda tidak fokus. Reputasi toko juga takkan sebaik yang khusus menjual produk tertentu.
  • Pilih produk yang ringan dan tahan lama (durable). Tipikal produk macam ini bisa mengurangi risiko rusak selama proses pengiriman barang.
  • Hindari produk yang berat, bervolume besar, gampang rusak, dan pecah belah. Produk yang seperti ini sulit dikirimkan, ongkos kirimnya mahal, dan risiko rusak juga besar.
  • Prioritaskan untuk jual barang yang punya permintaan tinggi dalam jangka waktu lama.
  • Jual produk-produk yang sedang tren di pasaran. Jadikan produk tersebut sebagai penarik pelanggan baru. Akan tetapi, jangan hanya menggantungkan produk-produk yang sedang tren supaya terhindar dari risiko kerugian.
  • Hindari menjual produk yang sudah dimiliki oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Selain soal produk, jangan lupakan juga hubungan Anda dengan supplier produk. Sebisa mungkin, buatlah hubungan dekat dan personal dengan partner bisnis Anda.

Anggap supplier sebagai pihak yang sama pentingnya dengan konsumen. Tanpa adanya supplier, tentu saja bisnis Anda takkan berjalan. Tak ada barang yang sampai ke konsumen bila supplier-nya saja tak ada.

Selain relasi dengan partner, Anda juga perlu coba pikirkan skema kerja sama yang tepat. Tak selamanya keuntungan diambil dari selisih harga supplier dan harga jual dropshipper. Kalau begitu, Anda akan mati-matian bersaing di pasaran. Sebab, akan selalu ada penjual yang menjajakan barangnya dengan harga lebih rendah.

Strategi macam itu tak sehat. Pun, takkan membuat Anda mendapatkan banyak keuntungan.

Jadi, coba pertimbangkan sistem komisi untuk supplier Anda. Sistem ini jauh lebih aman diterapkan. Pun, supplier jadi ikut andil dalam kesuksesan bisnis. Anda bisa menekan supplier agar terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Apalagi dalam hal informasi stok barang dan respons cepat (terutama berkaitan dengan retur atau pengembalian barang).

Tambahkan Nilai Jual yang Unik


Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan berdatangan. Kalimat itu terlanjur terpatri di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Barangkali itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu mencari harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan menyulitkan Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pelanggan dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring pelanggan baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata. 

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berkaitan dengan produk bukan urusan langsung Anda. 

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang andal, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

Perhatikan Branding Bisnis


Jual dengan harga termurah, niscaya banyak pelanggan berdatangan. Kalimat itu terlanjur terpatri di ingatan banyak orang. Pebisnis dan konsumen juga.

Barangkali itu sebabnya harga adalah hal pertama yang dilihat. Calon konsumen selalu mencari harga terendah. Mau tak mau, pebisnis bersaing menawarkan harga yang ekonomis pula.

Namun, percayalah membanting harga tak selamanya membuat bisnis Anda sukses. Dalam jangka panjang, praktik bisnis yang demikian hanya akan menyulitkan Anda sendiri. Karena itu artinya, Anda dipaksa menjaring pelanggan dalam jumlah semakin banyak.

Padahal kan sudah jadi rahasia umum. Menjaring pelanggan baru itu lebih sulit dan mahal dibandingkan mempertahankan yang lama. Kalau dipersentasikan, kemungkinan menjual ke kostumer baru hanya berkisar 5-20 persen. Jauh angkanya dengan persentase jual ke pelanggan lama, yaitu 60-70 persen.

Maka dari itu, Anda perlu cerdas menambahkan nilai jual ke produk. Lewat nilai jual ini pulalah Anda bisa membenarkan harga yang sedikit di atas rata-rata.

Dalam kasus bisnis dropship, memang agak sulit untuk menambahkan nilai jual atau unique selling point ke produk. Ya karena kembali lagi…apapun yang berkaitan dengan produk bukan urusan langsung Anda.

Sebagai gantinya, alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, customer service yang andal, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward, selipkan freebies dan tester produk, dan sebagainya.

  • Top of Mind ━ sebuah brand langsung dikenal ketika seseorang menanyakan brand di kategori produk tertentu. Misalnya, “sebutkan lima brand gadget yang Anda tahu”. Maka daftar brand yang disebut berhasil menempati kasta brand awareness yang tertinggi.
  • Un-aided Awareness ━ konsumen mengenal brand setelah dipancing dengan sebutan brand kompetitornya. Dengan pertanyaan sama seperti sebelumnya dan ditambah sebutan brand A, konsumen bisa menyebutkan brand B, C, D, dan E.
  • Aided Awareness ━ ketika sebuah nama brand diperkenalkan oleh orang kepada konsumen. Dengan kata lain, konsumen tidak otomatis memikirkannya. 

Supaya mencapai tingkatan tertinggi brand awareness, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Caranya pun tak terbatas pada yang sosmed dan promo saja. Misalnya saja, menawarkan program coba gratis (freemium), memberlakukan promosi lewat referral, berpartner dengan influence dan lainnya.

Pakai Strategi Limited Edition untuk Roketkan Penjualan


Jika Anda pikir promosi akan mengurangi keuntungan Anda, masih ada waktu untuk berubah pikiran.

Promosi adalah cara tersakti mengundang orang untuk berbelanja. Meskipun tidak membutuhkan barang, pengunjung bisa saja memborong produk ketika melihat promosi menarik yang Anda tawarkan. Tanpa promosi, 81 persen orang hanya akan datang untuk melihat-lihat lantas pergi meninggalkan website Anda.

Promosi adalah hal yang gampang. Tapi dengan sedikit sentuhan, Anda bisa mempercepat penjualan dan memperbanyak jumlah barang yang dibeli pelanggan. Sentuhan itu dinamakan teknis promosi urgensi dan kelangkaan.

Sebagai contoh, Flascokids juga memberikan  promo baju anak yang tentunya selain meningkatkan urgensi sekaligus menarik minat konsumen untuk membeli baju anak dari promo yang diberikan.

Mari kita bahas metode urgensi terlebih dulu. Metode urgensi “memaksa” pelanggan untuk berpacu dengan waktu untuk mendapatkan diskon atau promosi. Dengan adanya urgensi, pelanggan terpicu untuk segera menuju halaman checkout dan mengamankan produk yang mereka inginkan. Semakin cepat mereka menyelesaikan pembelian, semakin cepat juga Anda mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Untuk menerapkan urgensi, Anda bisa sesekali mengadakan flash sale di website Anda. Tambahkan penghitung waktu mundur dengan ukuran besar di halaman muka Anda. Jangan lupa gunakan warna merah dan oranye untuk untuk memperbesar sense or urgency.

Selain urgensi, gimmick kelangkaan juga bisa Anda coba. Ketika suatu barang punya predikat limited edition, barang tersebut akan dipandang lebih berharga dan sayang sekali untuk dilewatkan. Hal ini kemudian memotivasi pengunjung untuk segera mendapatkannya sebelum kehabisan.

Penerapan gimmick ini pun mudah saja. Anda bisa mengatur website Anda kalau stok barang tidak pernah lebih dari 3. Selain itu tambahkan call to action atau copy berwarna merah dan agak besar dengan kata-kata: “Ayo cepat! Ini stok terakhir” atau “Ada 10 orang yang juga sedang melihat produk ini”. 

Copy macam itu bisa mendorong pengunjung segera menyelesaikan transaksinya. Metode ini ampuh dipakai menuju high season penjualan seperti hari raya Lebaran, Natal, dan seasonal sale lainnya.

Tunggu apalagi bund ayok mulai sekarang kita sama – sama untuk menjadi orang yang sukses dan maju walaupuin dimasa pandemik saat ini, maka dari itu kami FLASCOKIDS membuka sebuah program patner untuk bergabung bersama kami menjadi seorang Agen atau Marketer atau bisa disebut Reseller, untuk informasi lebih jelasnya boleh di baca di link berikut ini. https://flascokids.com/benefit-syarat-mitra-flascokids/

Daftar Menjadi Reseller Bisnis Tanpa Modal 2021 disini

Daftar menjadi reseller Flascokids Gratis
Daftar menjadi reseller Flascokids Gratis
Memulai Usaha: 4 Alasan Untukmu Memulai Usahamu Sendiri!

Memulai Usaha: 4 Alasan Untukmu Memulai Usahamu Sendiri!

Flascokids – Ngobrolin bisnis, banyak dari kita yang ciut jauh sebelum memulainya karena berbagai alasan. Bisa jadi modal yang menjadi halangan, lingkungan, atau memang hati belum mantap, bisnis pun hanya sebatas mimpi saja. Tapi, tak sedikit juga yang memantapkan diri untuk memulai usaha berdasarkan alasan yang beragam pula.

Mulai dari yang paling relatable seperti ingin uang tambahan atau bahkan alasan yang terbilang, cukup ambisius seperti menjadi “perusahaan pertama” yang menjual dasi buat ayam misalnya.

Pastinya, orang-orang memulai bisnis berdasarkan alasan yang berbeda-beda.

Tapi nih, kalau kamu tanya entrepreneur manapun dan siapapun itu, pada dasarnya tidak ada yang namanya alasan yang benar ataupun salah. Memang, ada lah, satu atau mungkin beberapa alasan kenapa kamu sebaiknya postpone atau tunda keinginanmu untuk memulai bisnis, tapi proses membangun bisnis sendiri telah banyak terbukti menjadi titik yang mengubah hidup untuk banyak sekali orang sampai-sampai masuk dalam kategori layak untuk “dipertimbangkan”.

Jadi, alasan apa sih yang bisa menjadi motivasi untukmu memulai bisnismu sendiri? Yuk, kita bahas satu per satu!

Kebebasan!

Kebebasan adalah jantung dari memulai bisnismu sendiri. Tak sedikit dari para pengusaha yang kini sukses, dulunya memulai usaha hanya untuk terlepas dari rantai yang mengikat “kebebasan” mereka dalam menjalani kesehariannya. Lebay kah?

Disini kita nggak berbicara soal “Ah, gua mulai usaha emang biar gua ngga usah bangun pagi” dan hal-hal nonsense lainnya. Jangan salah, yang dimaksud dengan kebebasan disini adalah seberapa besar kontrol yang bisa seseorang pegang dalam menjalani kehidupan, memiliki kekuatan alias power untuk mereka bisa mengarahkan alur hidup sesuai keinginan mereka sendiri. Bagi beberapa orang, hal itu lebih baik daripada bekerja untuk kesuksesan orang lain.

“Memulai usahamu sendiri artinya menjadi bosmu sendiri, menentukan kapan kamu bersedia untuk kerja, bagaimana pekerjaan itu diselesaikan, dan apa yang ingin kamu kerjakan.”

Unknown

Lah, emangnya sebebas itu? Bukannya yang jadi bos juga ikutan mendapat tuntutan untuk ngikut keinginan pasar? Ngga bisa sekarepmu juga kan pada akhirnya? At least, saat kamu jadi bos, kamu sendiri yang menentukan bagaimana kamu menyelesaikannya. Lebih baik kan?

Menjadi Kebanggaan Tersendiri!

Wis, bangga diri, ngga baik tuh! Wait, bukan kesono juga arahnya. Bangga diri tidak selalu terkonotasi dengan perdosaan yaa, yang kita maksud disini lebih mengarah ke bagaimana hal berat, ketika kita selesaikan bisa memberimu sense of achievement alias kebanggaan telah mencapai sesuatu.

Selama dalam dosis yang masih sehat, hal tersebut bisa menaikkan rasa pencapaian pada dirimu.

Bergotong Royong Memulai Usaha Bersama Teman
Photo by fauxels from Pexels

Memulai usaha bukan perjalanan yang mudah loh! Semuanya butuh proses. Perjalanan itu mungkin cukup berat sampai bukan hanya keringat saja yang mengucur, tapi darah pun ikut terpompa selagi kamu berusaha.

Tapi itulah tantangannya. Tidak ada pengusaha yang terbentuk dari kata “mundur”. Berbeda sama seminar yaa, dalam memulai bisnis ngga ada yang namanya sertifikat keikutsertaan. Saat kamu berhasil, kamu pasti tahu semaunya layak untuk dirayakan.

Oke, meskipun kerendahan hati masihlah penting, rasa bangga dan pengakuan dari orang di sekitarmu bisa membangun self-esteem mu loh! Lah terus? Berdasarkan penelitian dari Psychological Science dalam Public Interest, self-esteem atau penghargaan diri bisa memberimu;

  1. Rasa percaya diri dalam suatu pertemuan
  2. Kegigihan atau persistence
  3. Kebahagiaan

Dengan Memulai Usaha, Kamu bisa Menyelesaikan Sesuatu dengan Lebih Baik!

Seperti yang kita tahu, tidak ada perusahaan di dunia ini yang melakukan semuanya dengan sempurna. Ketidakefisienan pasti selalu hinggap dalam sektor apapun, dan secara tidak langsung, dunia menyiratkan kalau manusia sebenarnya belum benar-benar menciptakan “semua hal” yang bisa memperbaiki dunia. Inilah satu dari sekian banyak alasan bagimu memulai bisnismu, yaitu untuk menyelesaikan masalah-masalah ini.

pria berbisnis
Photo by mentatdgt from Pexels

Mulainya dari mana mas? Mhm, bayangkan saja keseharianmu. Apa semuanya sempurna? Ngga kan? At least selama kamu menjalani keseharianmu, pasti, ada satu atau dua hal yang cukup untuk membuatmu terganggu.

Dari sana kamu mengeluh, lalu bertanya-tanya, apakah ada cara untuk mengatasi permasalahan ini? Camkan bahwa momen itu bisa menjadi titik balik kehidupanmu karena hal itu pula yang bisa saja menjadi business opportunity.

Kalau kamu bisa mengurangi beban kehidupan sekelompak orang, percayalah bahwa kamu punya cukup alasan untuk terjun memulai bisnismu sendiri!

Memulai Usaha untuk Cuan alias Uang!

Bisnis yang sukses bisa mendatangkanmu harta yang melimpah. Lihat saja Bill Gates, Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan kawan-kawan. Oke, memang terlalu jauh buat author untuk nyebutin nama-nama di atas sebagai contoh.

Tapi yang bisa kita jadikan pelajaran, uang memang menjadi salah satu motor pendorong kenapa orang-orang terjun untuk memulai bisnis mereka masing-masing.

Bahkan, berdasarkan The International Entrepreneurship and Management Journal study I, disebutkan bahwa dari 29 negara yang dijajakan survey, rata-rata 23% pengusaha yang terjun dalam dunia bisnis mengaku, mereka memulai bisnis untuk meningkatkan harta kekayaan mereka.

Kita mengenal pepatah “cuan tidak bisa membelikanmu kebahagiaan”, tapi hal tersebut sudah mulai tak relevan dengan kehidupan modern saat ini. Berbagai peneliti menyebut setelah mencapai pendapatan sampai titik tertentu, uang tidak memberimu kebahagiaan, tapi in the end, uang lebih tetap saja sangat membantu.

Itu dia 4 Alasan Untukmu Memulai Usaha! Ya, saya tahu 4 masihlah nomor yang terhitung kecil. 4 Alasan juga tidak mewakili beragam latar belakang kenapa seseorang berkenan masuk dan terlibat dalam dunia bisnis.

Masih ada beberapa post yang akan melanjutkan topik ini. I hope you enjoy it, jangan lupa tinggalin komen kalau ada pertanyaan dan share juga apabila informasi ini bermanfaat, See You!

Visi Misi, Kenali Perbedaan dan Kenapa Keduanya Penting dalam Memulai Bisnis!

Visi Misi, Kenali Perbedaan dan Kenapa Keduanya Penting dalam Memulai Bisnis!

Flascokids – Visi Misi, dua kata ini mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Yups, visi dan misi lazimnya selalu menjadi hal pertama yang muncul di benak setiap orang ketika ingin memulai bisnis, organisasi, perusahaan ataupun komunitas.

Visi dan misi memiliki peranan yang super penting sebagai fondasi suatu organisasi. Meski kadang kita dibingungkan dengan arti keduanya, visi dan misi tidak dapat dipertukarkan. Dengan berkembangnya fokus ekonomis maupun sosial di masa sekarang ini, merupakan hal yang sangat baik bagi sebuah organisasi untuk terus meninjau secara berkala visi dan misi mereka.

Satu hal yang harus kita camkan, keduanya sebaiknya tidak tidak disusun secara terburu-buru. Butuh kematangan untuk menentukan fondasi apa yang ingin kita tanam di dalam suatu organisasi. Tanpa berlama-lama, yuk simak informasinya!

Visi

Sebelum kita menelaah lebih jauh perbedaan keduanya, kita gali dulu satu per satu arti dari visi maupun misi. Kita mulai dari Visi. Visi merupakan sesuatu yang menjadi dambaan di masa depan. Visi memberikan gambaran aspirasi tanpa adanya detail lebih spesifik dalam mencapainya. Yang perlu kita perhatikan, visi yang bagus dan baik adalah visi yang bisa memberikan inspirasi bagi orang yang melihat atau mendengarnya.

Visi adalah masa depan dari perusahaan! Dari visi, lahirlah tujuan. Visi artinya ingin menjadi apa kita nanti? Kalau anda bingung menentukan visi, pertanyaan ini mungkin dapat membantu:

  1. Apa impianmu?
  2. Hal apa yang ingin kamu pecahkan untuk kebaikan bersama?
  3. Apa dan siapa yang ingin kamu inspirasi agar berubah?

Visi dapat membantu membantu pertumbuhan baik secara internal maupun external. Visi yang kuat dapat membantu tim untuk fokus pada hal yang berharga untuk perusahaan. Selain membantu pertumbuhan, visi juga dapat mengundang inovasi. Perusahaan yang bergerak berdasarkan visi dapat memvisualisasikan sukses secara keseluruhan karena pada dasarnya, mereka mengerti arti dari sukses itu sendiri untuk perusahaan.

Sebaliknya, perusahaan tanpa visi sama saja dengan jalan menuju kehampaan. Puitis banget ya? Hehe. Maksudnya, bayangkan saja kalau seseorang berjalan tanpa arah, tidak terinspirasi sama sekali. Suatu mukjizat kalau perusahaan bisa survive bahkan tanpa visi yang jelas.

Misi

Kita juga mengenal istilah misi. Misi sendiri merupakan lanjutan spesifik dari apa yang kita jabarkan sebelumnya. Misi adalah apa yang kita kerjakan, inti dari sebuah bisnis yang dari sana, lahirlah tujuan, dan hal-hal yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Oke, daripada makin ngawur, pertanyaan ini mungkin bisa membantu menentukan Misi kamu:

  1. Apa yang kamu lakukan?
  2. Siapa yang kamu layani?
  3. Bagaimana cara kamu melayani mereka?

Cukup dengan melihat misi, sebenarnya kita bisa dengan cepat mengerti bagaimana sebuah misi dapat memotivasi sebuah tim untuk bergerak maju demi meraih tujuan yang sama. Misi yang lemah hanya mengurangi motivasi tim kamu dalam mencapai tujuan. Tahu sendiri kan akibatnya kalau hal tersebut terjadi pada perusahaanmu? Ngerii..

Perbedaan Visi Misi

Nah, waktunya kita membahas perbedaan keduanya. Kalimat yang pas: Visi berfokus pada apa yang organisasi ingin capai di kemudian hari dan jadi apa organisasi di masa depan, sedangkan misi berfokus pada apa yang harus organisasi lakukan hari ini dan apa sih apa yang harus dilakukan organisasi.

Meski kadang kita bingung dan salah paham akan keduanya, merupakan hal baik untuk kita memiliki visi dan misi. Hal lain yang perlu kita perhatikan, visi tidak akan berjalan tanpa misi maupun sebaliknya. Memiliki tujuan dan impian merupakan hal yang super-duper penting untuk organisasi dan perusahaan miliki.

Contoh Visi dan Misi

Dua contoh yang bisa kita pelajari berasal dari 2 perusahaan raksasa asal negeri Paman Sam.

logo-amazon

Visi: Untuk menjadi perusahaan berorientasi pelanggan terbaik di dunia, dimana kustomer dapat mencari dan menemukan hal apapun yang ingin mereka beli secara online.

Misi: Kami berupaya untuk menawarkan pelanggan kami harga terendah, ragam opsi terbaik dan kenyamanan maksimal!

Kenapa Visi dan Misinya bagus: Dari segi misi, Amazon memang menawarkan secara gamblang layanan yang mereka sediakan untuk kustomer. Visi Amazon mengembangkan lebih jauh ambisi dari misi yang mereka emban, bisa kita lihat di kata “hal apapun” yang pelanggan inginkan.

visi misi tesla

Visi: Untuk menciptakan perusahaan mobil paling menarik di abad-21 dengan mendorong transisi dunia menuju penggunaan kendaraan elektrik.

Misi: Untuk mempercepat transisi dunia menuju penggunaan energi berkelanjutan.

Kenapa Visi dan Misinya bagus: Kalau kita perhatikan, kata “mempercepat” dalam visi Tesla merupakan kata terbaik untuk mendeskripsikan motor penggerak di balik apa yang Tesla lakukan sekarang. Di sisi lain, “yang paling menarik di abad-21” meski sedikit abstrak terhitung luhur untuk mereflesikan mimpi Tesla dalam visinya.

Oke itu dia serba-serbi visi dan misi yang harus kita ketahui sebelum mulai berorganisasi ataupun memulai bisnis. Sebagai fundamental, tenang adalah hal yang sepatutnya kita camkan dalam menyusun visi dan misi.

Tidak perlu terburu-buru. Meski berbeda dengan apa yang biasa kita lihat di papan organisasi, dua contoh tadi juga diharapkan dapat memberi gambaran apa yang bisa kita susun sebagai visi dan misi untuk organisasi. Have a beautiful day, See you!