Tips Memilih Alat Masak Yang Tepat Biar Semakin Betah di Dapur!

Tips Memilih Alat Masak Yang Tepat Biar Semakin Betah di Dapur!

Flascokids – Memasak memang rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian. Mengolah hidangan pun bisa jadi merepotkan kalau tidak dibarengi peralatan masak. Tips di bawah ini mungkin bisa membantu bunda dalam memilih alat masak yang sesuai dengan keinginan bunda:

Ketahui Dahulu Berbagai Jenis Alat Masak

memilih alat masak yang tepat 02

Alat masak itu banyak jenisnya. Fungsinya pun beragam tergantung pada apa yang kamu siapkan atau masak. Beberapa di antaranya bersifat vital, sedangkan yang lain bersifat opsional.

Contoh yang vital di antaranya sendok, garpu, mangkuk, pisau serta piring. Di sisi lain, pemotong pizza dan pembuka kaleng tergolong opsional karena frekuensi pemakaiannya tidak setinggi beberapa peralatan yang disebutkan sebelumnya.

Bahan atau Material

memilih alat masak yang tepat 03

Ada empat jenis bahan utensils (peralatan masak) yang banyak kita gandrungi sekarang ini, mulai dari kayu, alumunium, teflon ataupun stainless steel. Semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Untuk panci, pilihlah material atau bahan yang lebih mudah untuk dibersihkan. Khusus untuk mengaduk, pilihlah material yang tidak mudah menggores panci atau wajan yang kamu gunakan.

Selalu utamakan alat masak berkualitas yang tahan lama. Pilihan tersebut lebih baik daripada nanti di tengah proses memasak, kamu kerepotan dan bikin semuanya ruwet.

Budget

Budget oh budget. Mungkin ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan ketika ngobrolin budget.

Pertama, jika ada hubungannya dengan diskon. Tergiur sama diskon emang udah mendarah daging sama kita, tapi bukan berarti ada diskon auto beli juga. Paling ngga, risetlah dulu sebelum kamu membeli utensils apapun itu.

Kedua, kalau kamu ngga punya uang yang cukup, belilah alat masak single-item daripada alat yang bersifat bundle alias set, mengingat harganya yang murah.

Easy-buying, baiknya kamu rencanain alat yang mau kamu beli, simpan dananya dan disaat yang sama belilah yang krusial untuk sekarang.

Ukuran dan Space Yang Akan Alat Habiskan

Selanjutnya lebih obyektif ke alat masak yang akan kamu beli. Pertama ukuran alat. Sebelum beli suatu alat masak, lihat dulu atau bayangin dulu seberapa besar alat yang nanti kamu beli dan space yang akan ia habiskan.

Kedua, bergantung pada feel bunda juga, pastikan alat masak yang kamu pilih menyatu dengan decor dapur. Maksudnya ngga beda sendiri gitu loh, liatnya pun ngga aneh.

Pertimbangkan Garansi Saat Memilih Alat Masak

memilih alat makan yang tepat 04

Terakhir ada garansi. Oke, ngga semua peralatan masak ada garansinya, khususnya yaa kalo kita memang membeli alat yang terhitung murah.

Tapi kalau udah ngobrolin alat masak yang berat? Garansi bisa ngasih kamu sedikit ketenangan. Ngga sedikit sih, tapi jaminan bukanlah hal yang buruk kok.

Oke, itu dia 5 hal yang mungkin bisa kamu pertimbangkan dalam memilih alat masak. Namanya alat, jangan sampai item yang kamu pilih malah menghambatmu ketika memasak yaa.

Ibu Mertua Susah Didekati? Ikuti 4 Tips Ini Untuk Mendekatinya!

Ibu Mertua Susah Didekati? Ikuti 4 Tips Ini Untuk Mendekatinya!

Flascokids – Selalu ada kisah unik di balik sosok Ibu mertua dalam setiap rumah tangga. Ditambah banyaknya stereotype yang lahir dari tangan dingin persinetronan tanah air, citra ibu mertua memang cenderung kurang disukai di kalangan masyarakat.

Itu hanya citra, kenyataannya tidak semuanya menakutkan seperti itu kok. Meski begitu, bagi beberapa wanita muda, mendekati terutama mendapatkan hati mertua memang bisa menjadi tantangan tersendiri.

Pertanyaannya, kenapa mendapatkan hati ibu mertua sangatlah penting? Apakah ada tips untuk ibu muda mendekati seorang ibu mertua? Jawabannya, simak aja langsung di bawah ini!

1. Perlakukan Ibu Mertua Layaknya Keluarga

Pertama, kita mulai dengan treatment atau perlakuan kita. Melihat dari perilaku masyarakat, wanita memang dikulturasi untuk meyakini bahwa hubungan antara anak dan mertua selalu berakhir tak baik.

ibu mertua 02

Bukan alasan yang harus bunda lihat dari pernyataan di atas, melainkan realita yang lahir dari perspektif tersebut. Sumbernya? Tidak lain dan tidak bukan, tentu saja pertelevisian kita:'(

Bukannya aku banyak nonton sinetron ya, tapi stigma ini benar-benar melekat erat berkat sinetron yang dipertontonkan kepada masyarakat.

Daripada termakan oleh perspektif tersebut, alangkah baiknya bunda sebagai pasangan yang baik, mencoba memahami perasaan seorang ibu mertua. Kuncinya:

“Perlakukan ibu mertuamu, sebagaimana pasanganmu memperlakukannya.”


Deb Dearmond

Meski perlakuannya mungkin, terbilang sulit dan kasar, bunda masih tetap bisa memilih untuk meresponnya dengan ramah dan penuh hormat. (Karena mungkin juga itulah yang suami rasakan ketika berhadapan dengannya, tapi mengingat ia adalah seorang ibu, hormat adalah respon paling tepat untuknya).

2. Pahami Perskpektifnya dan Bantu Ia Pahami Perspektifmu!

Kedua kita bicara tentang perspektif. Sosok mertua terutama ibu tentu mempunyai perspektif yang berbeda denganmu dalam menjalani bahtera rumah tangga.

ibuku tersayang 01

Faktor pembedanya sendiri berasal dari pengalaman. Ketika bunda diminta untuk melakukan ini dan itu, bagaimana respon bunda? Apakah ada yang salah dengan permintaannya?

Bukan berarti dia memaksa bunda loh. Hanya saja, ada kalanya beliau berpikir, kalau perspektif dan pengalamannya bisa membantu hubungan bunda dengan suami ke arah yang lebih baik.

Hindari penolakan mentah-mentah! Kalau menurut anak JakSel tuh, istilahnya jangan “denial” gitu loh. Dengarkan, pahami, dan cobalah kalau memang tidak ada ruginya untuk bunda ataupun pasangan bunda.

Begitu juga sebaliknya. Walaupun tidak berucap secara langsung, seorang ibu mertua akan senang memahami perspektif bunda kalau bunda memang berkenan bercerita.

Contoh yang paling umum mungkin sosial media. Daripada bunda bilang ‘kolot’ padanya, cobalah ajak dia berdiskusi khususnya tentang sosmed dan tren apa yang lagi ngehits saat ini. Kalau dari ekspresinya terlihat beliau cukup antusias, lanjutkan.

Dengan ini, ibu mertua bisa lebih terbuka dengan perspektif bunda.

3. Bersikap dan Berucaplah dengan Baik Pada Ibu Mertua

Ketika kebenaran disampaikan dengan tanpa kasih, ia bisa berujung menyakitkan. Quotesnya kece badai kan?

Mungkin istilah di atas bisa jadi acuan bunda untuk bersikap dan berucap yang baik-baik di hadapannya. Secara etika sih memang ngga mungkin yaa kita sampai barbar berucap dengan buruk di hadapan mertua, tapi gimana jadinya kalau bunda sedang banyak masalah?

Kondisi hati yang sedang ngga stabil terkadang bisa memicu hal ini. Kalaupun keceplosan, meminta maaflah dengan tulus biar ngga terjadi kesalahpahaman.

4. Ingatlah Bahwa Kamu Bukan Satu-Satunya Wanita Yang Mencintai Pasanganmu!

Jangan dulu mikirin yang engga-engga, wanita lain yang mencintai suami bunda udah pasti ibunya sendiri.

Ada kalanya, bunda merasa sosok ibu mertua malah terlalu mencampuri kehidupan rumah tangga bunda. Hasilnya? Serasa terkekang, ngga bebas, dan lain sebagainya.

ibuku tersayang 02

Meski begitu, ingatlah kalau sosok ibu bukan berusaha untuk memecah belah keluarga bunda. Beliau melakukannya hanya untuk menjaga rumah tangga anak agar tetap berjalan dengan harmonis.

Harus diakui memang, ada saatnya bunda benar-benar kebingungan dengan keinginan ibu mertua. Bahkan, tak jarang perselisihan atau pertentangan mencuat dari hubungan bunda.

Namun, tetap saja baik bunda maupun mertua harus berani meluangkan waktu untuk mengobrol dan meluruskan semuanya. Pahamilah satu sama lain, jangan main perang saudara-saudaraan yaa:)

Mengurangi Stres Dalam Pernikahan? Ikuti 6 Tips Ini!

Mengurangi Stres Dalam Pernikahan? Ikuti 6 Tips Ini!

Mengurangi Stres Dalam Pernikahan – Dalam kehidupan, hujan memang tak bisa kita hindari. Fakta sederhana memang, bahwa dalam hidup, terkadang kita akan mendapati diri berada di bawah langit yang gelap. Kita memang tak bisa menghentikan hujan, tapi selalu ada cara agar kita tidak basah kuyup.

Hujan emang perumpamaan paling mujur kalau udah ngobrolin masalah pernikahan. Tapi sebelum kita terjun membahas cara mengurangi stres dalam pernikahan, ketahuilah kalau ngga semua hujan itu buruk loh.

Misalnya saja hujan deras. Ngga semua orang welcome dengan jenis hujan yang satu ini, tapi di satu sisi lain, air yang turun dari hujan ini sangat kita butuhkan untuk menumbuhkan tumbuhan pangan yang kita santap serta sumber air dari ladang yang kita punya.

Hal yang sama berlaku juga dengan pernikahan. Ketika kita berpikiran hal negatif seperti perceraian, masalah finansial, ataupun kehilangan pekerjaan yang juga merupakan hasil dari stres itu sendiri, hal yang positif juga bisa berasal dari hal yang sama.

Saat kamu sudah merencanakan pernikahan, menyiapkan rumah, atau bahkan melahirkan si kecil, kamu sadar kalau berkah juga bisa mengundang suatu tantangan tersendiri.

Mau ia datang dari hal yang kita anggap positif maupun negatif, stres memang selalu tak terhindarkan. Yang menjadi perhatian adalah cara kita menangani stres tersebut. Meski tidak bisa lenyapkan saat itu juga, stres masih bisa kita kurangi, minimal sampai titik waras.

Sering kali kita berlaga kuat, merasa bisa menerjang semua yang ada di depan, tapi ketahuilah, membawa payung atau berteduh untuk mengurangi terjangan hujan bukanlah hal yang salah. Semua bergantung pada bagaimana kamu menanggapinya.

Oke, ini dia tips jitu untuk mengurangi stres dalam pernikahanmu.

1. Hentikan Ekspektasimu Yang Nggak Masuk Akal

Sebelum menikah, pasutri pasti selalu berangan-angan dengan semua khayalan indah tentang pernikahan. Nyatanya, perselisihan, masalah parenting dan lain sebagainya pasti tidak terelakkan.

Ingatlah kalau pasanganmu tidak selalu sempurna dan tidak akan juga setuju denganmu setiap saat. Meski begitu, perbedaan tidak harus selalu memisahkan. Ia juga bisa menjadi hal yang dapat memperkuat hubunganmu dengan si dia.

Ada istilah, “Terimalah ia apa adanya”. Menerima dia apa adanya mungkin bisa menjadi batu loncatan untukmu mengurangi stres di rumah, insya allah.

2. Untuk Mengurangi Stres, Berhentilah Membanding-Bandingkan Pernikahanmu dengan Yang Lain!

“Kok papih nggak kayak suaminya Ibu A sih!”, atau membanding-bandingkan pasangan pada umumnya mungkin bisa menjadi titik kehancuran dalam rumah tangga bunda.

mengurangi stres 02

Dengan membandingkan, bunda hanya membuat pandangan berubah negatif setiap kali tertuju pada pasangan. Mulailah menerima hubungan bunda dengan pasangan sebagai suatu hal yang unik dengan keistimewaan tersendiri dibanding hubungan teman atau siapapun itu di sekitar bunda.

Salah satu biang keroknya adalah hal yang mungkin cukup dekat dengan keseharian kita. Sosial Media. Bayangin aja nih, setiap hari bunda search di explore, ngeliat banyak kemesraan pasangan lain yang bunda damba-damba kan. Mengurangi kegiatan yang satu ini mungkin bisa menjadi kebiasaan baru yang baik untuk mengurangi tingkat stres bunda dalam pernikahan.

3. Jangan Jadikan Kesibukan Sebagai Alasan!

Salah satu tekanan yang banyak pasutri rasakan dalam pernikahan adalah karena keduanya sama-sama sibuk dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersama membangun hubungan.

Tanggung jawab di kantor pasti selalu ada, tapi kalendar ataupun jadwal tetap berada di tangan bunda. Pegang kendali itu baik-baik. Cobalah untuk bersantai dengan waktu – terutama pasangan bunda.

4. Berhenti Ngurusin Masalah di Malam Hari!

Masalah memang tidak bisa dan tidak seharusnya kita kesampingkan begitu saja. Meski begitu, menahannya sampai waktu yang tepat terkadang merupakan keputusan yang tepat.

Waktu. Mungkin inilah jawaban yang tepat. Bahkan nih ya, menyelesaikan masalah di malam hari, masalah berat khususnya, saat bunda atau suami letih bisa dipastikan bukan keputusan yang tepat.

Cobalah untuk menyelesaikan masalah-masalah berat di waktu yang tepat, ketika bunda ataupun suami fresh dan mendapatkan istirahat yang cukup misalnya. Insya allah penyelesaiannya akan berjalan lebih lancar.

5. Berhenti Buang-Buang Hal Yang Ngga Bunda Punya!

Untuk keluarga yang berkecukupan, kata cukup bukan berarti bisa menghamburkan ini dan itu untuk kesenangan semata. Uang merupakan stresor urutan pertama dalam rumah tangga pasutri belakangan ini, terutama setelah merebaknya kasus covid disana-disini.

Jangan memperburuk masalah dengan hidup di luar kemampuan bunda. Menghemat lebih baik dari menghutang.

6. Untuk Mengurangi Stres, Berhentilah Mengontrol Pasangan Bunda!

mengurangi stres 03

Mengontrol pasangan mungkin menjadi salah satu faktor penghancur paling berbahaya dalam rumah tangga.

Cara yang bunda punya tidak selalu menjadi cara terbaik ataupun satu-satunya cara! Bukannya atraktif, menuntut semuanya berjalan sesuai keinginan bunda hanya membuat bunda terlihat seperti tiran!

Cobalah untuk mendengar, memahami, dan belajar dari pasangan. Kurangi desakan bunda untuk selalu relevan dalam setiap keputusan.

Lumayan tuh, ada 6 tips yang bisa bunda ikuti untuk mengurangi tingkat stres dalam pernikahan bunda. Menghindar dari semua sumber stres memang mustahil untuk bunda lakukan.

Tapi, memilih untuk mengurangi impact stres pada pernikahan bukanlah hal yang buruk juga. Jadi, stress area mana yang menjadi biang keladi pernikahan bunda? Share di kolom komentar yaa..

Flasckids undur diri, semoga bermanfaat:)